Jjumlah tenaga spa asal Bali yang dikirimkan ke luar negeri sebanyak 1.396 orang hingga September 2014. Adapun 50% dari pengiriman tersebut ditujukan ke Turki, sisanya ke Maladewa, Rusia, dan negara-negara di kawasan Timur Tengah. Cina juga mulai tertarik meminta terapis spa asal Bali sebanyak 150 orang per tahun sejak dua tahun belakangan ini. Demikian menurut data AP3TKSI ( Asosiasi Pelaksana Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja SPA Indonesia ).

Permintaan yang tinggi itu disebabkan kualitas dan kompetensi tenaga spa Bali yang memiliki teknik lima jenis perawatan yakni balinese, ayurvedic, fasial, foot, dan hamam-sejenis treatment menggunakan ruangan panas dari Turki- sudah diakui dunia internasional.

Terapis spa Bali dipekerjakan di hotel berbintang dan pusat penjualan produk spa di luar negeri. Untuk melindungi terapis Indonesia di luar negeri,  Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Bali mengeluarkan ketentuan gaji minimal senilai US$ 1.000 per bulan, belum termasuk asuransi, tunjangan serta bonus. Kepala BP3TKI Bali Wayan Pageh menjelaskan ketentuan itu guna memberikan perlindungan kepada pekerja spa di luar negeri karena profesi ini sangat rentan terhadap pelecehan, penyakit, kasus hukum, serta biaya sosial lainnya. Dengan diberlakukannya ketentuan tersebut diharapkan terapis spa asal Indonesia lebih dihargai dan tidak dipandang sebelah mata.

Menurut data Kementerian Perindustrian jelang akhir tahun lalu, ada 760 perusahaan kosmetik tersebar di wilayah Indonesia. Industri kosmetik mampu menyerap 75.000 tenaga kerja secara langsung dan 600.000 orang secara tidak langsung.

Selain itu, terdapat 1.247 industri jamu terdiri dari 129 Industri Obat Tradisional (IOT), Usaha Menengah Obat Tradisional (UMOT) dan Usaha Kecil Obat Tradisional (UKOT). Industri obat tradisional ini mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 15 juta orang dimana 3 juta terserap di industri jamu sebagai obat dan 12 juta orang lainnya terserap di industri jamu yang dikemas dalam bentuk makanan, minuman, kosmetik, spa, dan aromaterapi.

     Annie Savitri, pemilik dan pengelola Andaru Spa di kawasan Kemang Jakarta Selatan yang juga Ketua Lembaga Sertifikasi Spa Nasional (LSP Spa Nasional) sekaligus Master Penguji Spa dari Kementerian Pendidikan dan Budaya, Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan melihat sejauh ini belum ada yang mengangkat spa Indonesia sebagai satu kesatuan utuh.

Indonesia memiliki beragam perawatan tubuh dan kecantikan khas yang sebenarnya bisa dimodifikasi menjadi sesuatu yang berbeda dan lebih modern. Spa Indonesia sebagai sebuah produk bisa ditawarkan kepada turis sehingga mereka bisa mengenal spa Indonesia secara utuh melalui berbagai pilihan Balinese dan Javanese spa misalnya. Thailand dikenal dengan Thai Spa, bukan Phuket Spa.

Sayangnya, tradisi perawatan tubuh dan kecantikan itu baru terpelihara baik dan hidup dalam tradisi masyarakat Jawa dan Bali. Masyarakat di Pulau Kalimantan misalnya, memiliki tradisi perawatan tubuh tradisional tetapi mulai ditinggalkan oleh generasi mudanya. Daerah-daerah lain yang mempunyai tradisi perawatan tubuh dan kecantikan juga belum ada yang berani mencoba menggarap dan memodifikasikannya dalam konsep spa yang lebih modern.

Spa on the Rock di Ayana Resort and Spa,Jimbaran,Bali.(Foto:ayanaresort)

Spa on the Rock di Ayana Resort and Spa,Jimbaran,Bali.(Foto:ayanaresort)

Dalam bisnis spa, konsep yang unik, baru, dan belum pernah ada, serta beragam pilihan perawatan dan tidak fokus pada satu perawatan saja akan bertahan lebih lama. Bali memang dinobatkan sebagai destinasi spa favorit dunia pada tahun 2009 tetapi hingga saat ini Thai Spa tetap kokoh sebagai destinasi spa pertama di dunia.

     Retno Iswari S. Tranggono pendiri Ristra Group mengatakan, dalam bisnis ini tidak boleh membohongi konsumen. Itulah aturan yang senantiasa dicamkannya dalam menjalankan bisnis kecantikan sejak tiga dekade silam. Produk yang dibuat harus melalui uji keamanan, uji efektivitas, dipasarkan dengan cara yang baik dan ada garansi bagi konsumen. Sebab grup Ristra ingin memberikan produk yang halal, aman dan teruji secara klinis.

Para pengusaha spa hingga saat ini mengeluhkan informasi dan sosialisasi yang baik dan benar mengenai konsep perawatan dan bisnis jasa spa masih minim sehingga kerap kali terkendala ketika hendak mengembangkan bisnisnya. Stigma kurang baik yang berkembang di masyarakat membuat banyak pengusaha akhirnya tidak berani memperkenalkan bisnisnya sebagai rumah usaha khusus spa dan memilih bisnis salon yang menyediakan jasa spa. Diperkirakan ada 100.000 salon di seluruh Indonesia.

Definisi spa

Spa adalah sebuah lokasi dimana mata airnya mengandung kaya mineral (dan kadang-kadang air laut) yang digunakan untuk pengobatan dengan cara mandi/berendam. Spa merupakan sebuah tempat yang ditujukan untuk mendapat kesejahteraan secara menyeluruh melalui berbagai layanan profesional yang mendorong pembaharuan pikiran, tubuh dan jiwa.

Perawatan tubuh, perawatan spa, atau perawatan kosmetik adalah prosedur non-medis guna membantu kesehatan tubuh. Hal ini sering dilakukan di sebuah resor, destinasi spa, rumah khusus spa, salon kecantikan atau sekolah.

Perawatan umum yang dilakukan dalam spa termasuk diantaranya: aromaterapi, mandi atau berendam di  air terjun buatan, feetbath (merendam kaki), onsen (berendam di sumber mata air penas di Jepang), Thermae (Roman Hot Springs), bak mandi dengan air panas, mandi lumpur, pemijatan dengan menggunakan jet hydro leher angsa, mandi dengan bubur gambut (peat pulp bath), sauna, mandi uap, membungkus tubuh dengan kain linen panas, lembaran atau selimut plastik, atau dengan lumpur yang seringkali dikombinasikan dengan ramuan herbal. Selain itu ada juga perawatan kuku seperti manikur dan pedikur, dan waxing-penghapusan rambut di tubuh menggunakan lilin panas. *** (Yun Damayanti)