Bandara Kupang Diperluas, akan Bebas Biaya Pendaratan dan Parkir Pesawat, dgn ASITA Mengadakan Bursa Pariwisata

PT AP I terus membenahi Bandara El Tari Kupang,bandara terbesar di Provinsi Nusa Tenggara Timur dan strategis mengkoneksikan dengan Timor Leste dan Australia.(Foto:kupang-airport.com)

Bandara El Tari Kupang, bandara terbesar di Provinsi Nusa Tenggara Timur dan strategis mengkoneksi dengan Timor Leste dan Australia.(Foto:kupang-airport.com)

Jakarta, (ITN-IndonesiaTouristNews): PT Angkasa Pura (AP) I kini tengah mengembangkan Bandara El Tari di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Pengembangan itu ditargetkan selesai secara bertahap dalam 18 bulan ke depan atau hingga tahun 2018. Setelah pengembangan selesai bandara terbesar di NTT diproyeksikan dapat menampung hingga 3 juta penumpang per tahun.

Apron Bandara El Tari akan diperluas sehingga dapat mengakomodasi tambahan tiga unit pesawat. Terminal penumpangnya sedang dikembangkan menjadi bangunan dua lantai seluas total 15.900 meter persegi dari sebelumnya seluas 7.400 meter persegi. Dengan demikian, bandara ini bisa mengakomodasi hingga 3 juta penumpang per tahun mulai tahun 2018 atau hampir dua kali lipat dari kapasitasnya saat ini 1,9 juta penumpang per tahun.

“Arah dari pengembangan ini untuk menambah daya tampung wisatawan dalam jumlah yang  lebih besar,” ujar Wahyudi, General Manager PT Angkasa Pura I Bandara El Tari Kupang, Rabu (30/8).

AP I merancang pengembangan Bandara El Tari untuk menampung penumpang domestik dan internasional. Di lantai 1 akan difungsikan sebagai ruang check-in dan Kedatangan. Di lantai 2 akan difungsikan sebagai ruang Keberangkatan yang dilengkapi dengan ruang tunggu, boarding lounge, business/first class lounge dan gerai ritel. Di dalam gedung terminal baru juga akan dipasang fasilitas internet gratis. Tahap awal akan ditempatkan di 13 titik dan akan terus ditambah.

Kadir Usman, Sales & Shared Service Departement Head PT  AP I mengatakan, bagi maskapai-maskapai penerbangan akan ada stimulus-stimulus. Bagi maskapai penerbangan yang melayani charter flight khusus mengangkut turis ditawarkan bebas biaya pendaratan (landing fee) dan bebas biaya parkir.

“Angkasa Pura I memberikan stimulus penerbangan sebagai bagian dari program pemasaran bagi airlines yang melayani charter flight khusus turis. Ini juga sebagai bentuk peran serta AP I dalam pembangunan pariwisata di NTT agar maskapai tidak terlalu terbebani dengan tingginya biaya operasional,” ujar Kadir.

Komodo Travel Mart 2017

PT AP I berkolaborasi dengan DPD ASITA NTT bersiap melaksanakan bursa pariwisata pertama di Nusa Tenggara Timur yakni Komodo Travel Mart 2017 (KTM). KTM akan berlangsung pada 18-21 Oktober 2017 di Swiss BelInn Kristal Hotel, Kupang.

Selain pertemuan bisnis antara pelaku industri pariwisata di NTT dengan buyers dari dalam negeri, akan diadakan forum discussion group (FGD). FGD akan dihadiri oleh para pemangku kepentingan pariwisata di NTT, PT AP I, serta buyers dan media yang hadir di KTM 2017.

Dengan diselenggarakan KTM 2017 diharapkan buyers dan media yang hadir dapat mengenal destinasi NTT lebih jauh lagi. Mengenal destinasi-destinasi di luar Labuan Bajo/Taman Nasional Komodo yang sudah sangat dikenal. Provinsi ini berbatasan langsung dengan Timor Leste dan Australia. Salah satu pilihan program post tour KTM 2017 akan memberi kesempatan kepada peserta menyaksikan langsung kawasan perbatasan negara Indonesia (cross border) saat ini.*** (Yun Damayanti, dari berbagai sumber)

Leave a Reply

Your email address will not be published.