Counter check-in di YIA.(Foto;AP I)

Jakarta, (ITN-IndonesiaTouristNews) : Bandara internasional baru di Yogyakarta yakni Yogya International Airport (YIA) akan beroperasi penuh mulai 29 Maret ini.,seluruhnya 54 penerbangan di Bandara Adisucipto akan dipindahkan ke bandara baru.

Di dalam siaran pers dari PT Angkasa Pura I dinyatakan, 54 penerbangan itu terdiri dari 48 penerbangan domestik PP dan 6 penerbangan internasional rute Malaysia dan Singapura. Sedangkan penerbangan berjadwal dan tidak berjadwal yang menggunakan pesawat propeller serta penerbangan VIP yang menggunakan pesawat jet pribadi tetap di Bandara Adi Sucipto.

YIA pertama kali beroperasi pada 6 Mei 2019 hingga Februari 2020. Pada periode tersebut bandara baru itu telah melayani lebih dari 336.823 penumpang dan 3.843 pergerakan pesawat dengan 13 rute domestik tujuan Denpasar, Banjarmasin, Palembang, Soekarno Hatta dan Halim Perdanakusumah di Jakarta, Palangkaraya, Batam, Samarinda, Tarakan, Pontianak, Makassar, dan Kualanamu Medan.

Terminal penumpang di YIA seluas 219.000 meter persegi dan dapat menampung hingga 20 juta penumpang per tahun atau 11 kali lebih besar dari kapasitas Bandara Adi Sucipto yang hanya dapat menampung 1,8 juta penumpang per tahun.

Bandara ini memiliki landas pacu sepanjang 3.250 meter dan lebar 45 meter dengan bahu landas pacu 15 meter di kedua sisinya dan tingkat kekerasan PCN 107. Fasilitas Penyelamatan Kecelakaan Pesawat dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) masuk dalam kategori 8.

‘’Spesifikasi ini membuat YIA mampu didarati pesawat berbadan lebar dan terberat seperti Boeing 737-300 dan Airbus A380,” ujar Faik Fahmi, Direktur Utama Angkasa Pura I.

YIA akan beroperasi penuh selama 24 jam dari sebelumnya hanya 12 jam. Sementara, waktu operasional Bandara Adi Sucipto akan mengalami perubahan dari pukul 05.00-21.00 WIB menjadi pukul 05.00-18.00 WIB.

Bandara internasional baru di Yogyakarta ini pun akan didukung aksesibilitas antarmoda seperti jalan tol dan kereta bandara. Saat ini, YIA didukung moda transportasi umum bis DAMRI, SatelQu, taksi bandara, taksi daring, dan kereta dari Stasiun Wojo, stasiun kereta api terdekat yang berjarak 10 menit dari bandara.

Pemindahan seluruh penerbangan dari Bandara Adi Sucipto ke YIA di tengah situasi seperti saat ini juga merupakan solusi untuk mengurangi risiko penularan virus corona (COVID-19). Karena di bandara lama sudah sangat padat penumpang dan sempit sehingga sulit menerapkan physical distancing secara maksimal.

‘’YIA merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional yang diamanatkan Pemerintah kepada Angkasa Pura I untuk mengatasi permasalahan lack of capacity di Bandara Adi Sucipto. Setelah bandara baru ini beroperasi penuh nanti, kami sangat yakin akan mampu memberikan multiplier effect bagi perekonomian, pariwisata dan logistik di D.I. Yogyakarta khususnya Kulon Progo, hingga daerah di Jawa Tengah,” kata Faik.****