Bandara Banyuwangi akan Ditingkatkan Lagi, Pendukung Bandara Bali, dan Air Asia Terbangi Kalkuta, India

Bandara Blimbingsari, Banyuwangi.(Foto:Ist)

Bandara Blimbingsari, Banyuwangi.(Foto:Ist)

Bidang transportasi udara di Indonesia tampak bergerak cepat terus. Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso dan Bupati Banyuwangi H. Abdullah Azwar Anas Surat menandatangani Kesepakatan Bersama kemarin,  Jumat (18/8) di Kementerian Perhubungan. Kesepakatan Bersama itu menjadi titik tolak peningkatan pelayanan bandar udara baik dari sisi darat (terminal) dan sisi udara dalam rangka mengantisipasi tingkat pertumbuhan penumpang, kargo serta peningkatan pelayanan bagi pengguna jasa bandar udara,  kata Agus Santoso.

Selain sebagai parking area bagi Bandara Ngurah Rai, Bandar Udara Banyuwangi juga akan digunakan sebagai Alternate Airport bagi Bandara Ngurah Rai.

Bandar Udara Blimbingsari Banyuwangi mulai dioperasikan sejak tahun 2010 dengan panjang panjang runway 1.400 m x 30 m. Sekarang bandar udara ini telah memiliki runway 2.250 m x 30 m. Bandar udara yang berkonsep green building merupakan yang pertama di Indonesia, mampu menampung sekitar 280 ribu penumpang per tahun.

Banyuwangi dalam kurun waktu 5 tahun terakhir, di mana telah melayani sekitar 264.689 penumpang sampai tahun 2016, perlu dilakukan pengembangan dan pembangunan.

Luar Negeri

Bersamaan itu pada penerbangan luar egeri, Grup AirAsia di Indonesia membuka rute baru penerbangan Kolkata, India ke Bali, merupakan rute baru yang keempat setelah dioperasikaannya rute Mumbai-Bali, Tokyo Narita-Bali dan Makau-Jakarta.

Menurut CEO Grup AirAsia Indonesia Dendy Kurniawan, rute itu dilayani dengan menggunakan pesawat Airbus A320 berkapasitas 180 kursi. Jumlah kunjungan wisatawan dari India ke Bali tumbuh hingga 40 persen pada semester pertama 2017 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.***

Leave a Reply

Your email address will not be published.