Arief Gunawan (kiri), N. Rusmiati (kanan). (Foto:AH)


N. Rusmiati (kiri), Arief Gunawan (kanan),

Jakarta, (ITN-IndonesiaTouristNews): Sebagai moderator pun saya tak akan menyia-nyiakan waktu Anda sebagai peserta Tourism Talk. Diskusi terbuka dan langsung antara peserta dan Talker (nara sumber) akan dilakukan yaitu cross discussion dimana moderator akan berada di tengah peserta memantau diskusi jangan keluar dari topik, dan, hanya akan bersuara jika untuk mengingatkan kalau sisa waktu tinggal lima menit. Itu salah satu ciri khas efisiensi produktifnya Tourism Talk Club (TTC) ini. Selain itu, setiap Talker menggunakan 18 menit saja untuk presentasi masing-masing. Total durasi Talk ini sekitar 120 menit, termasuk ngopi, ngeteh, silaturahmi alias networking.

Talker pertama, Arief Gunawan yang 10 tahun terakhir ini berbisnis bidang pariwisata di Vietnam, diharapkan antara lain berbagi pengalaman dan pengamatannya tentang kemajuan luar biasa pariwisata Vietnam, diharapkan akan menyebutkan sedikitnya 3 kegiatan pemerintah dan atau pelaku industri pariwisata di Vietnam yang membuat pertumbuhannya begitu pesat.

Diharapkan pula testimoninya bagaimana cara TA/TO (Travel Agent/Tour Operator) di Vietnam mengembangkan kegiatan bisnis inbound tour operator mereka? apakah 3 macam kegiatan mereka yang membedakannya dari keadaan di Indonesia atau di tempat negara lain? Apa yang perlu dilakukan oleh TA/TO dan ASITA di Indonesia agar menyamai atau bahkan melebihi kemampuan TA/TO Vietnam?

Adapun Talker kedua, N. Rusmiati, Dirut TA/TO Patih Indo Permai di Jakarta, adalah juga Ketua DPP ASITA dan Sekjen GIPI. Dia diharapkan akan berbagi antara lain tentang salah satu faktor krusial dalam  mendatangkan wisman ke Indonesia adalah kurangnya pelaku industri pariwisata yang mau fokus, di inbound tour business. Apakah rncana ASITA untuk solusinya? Perlukah dan bagaimanakah ASITA mengusahakan agar anggotanya memperoleh bisnis dalam kegiatan inbound business yaitu mendatangkan wisman ? Di Bali khususnya bisnis inbound tour operator sudah mapan alias established, tetapi bagaimanakah ASITA bisa memajukan inbound tour operator di 10 Destinasi yang disebut Bali baru? Diharapkan juga dari Talker (narasumber)  kedua ini  sedikitnya 3 langkah atau kegiatan ASITA yang mungkin akan membantu anggotanya dalam hal digitalisasi, pemasaran dan penjualan internasional?

Jadual Tourism Talk ini? Sabtu, tanggal 15 Juni 2019 pukul 13.30-16.00 WIB di Kantor Patih Indo Permai, Jalan Pangeran Antasari no. 45 Cipete Raya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Per peserta biaya Rp 120.000, transfer ke Nomor rekening : 9000 00284 6864, Bank Mandiri atas nama : Karina Ayu Budiani.

     Pendaftaran via WA ke: 082297372938 atau klik link ini: http://bit.ly/TTC2VIETNAM.

Khusus bagi pendaftaran sebelum 30/05/2019 per satu grup 5 peserta, free satu orang.

Untuk para calon peserta, kami ucapkan,….Sampai jumpa di TTC.

Jika Anda kali ini tidak ikut serta, silahkan ikuti isi Talk pada newsstory-nya nanti. *** (Arifin Hutabarat).

 

[tell-a-friend id=”1″ title=”Tell a friend”]