Author: Editor

Anatomi Bisnis Pariwisata

Ada tiga pendekatan dalam menelaah pariwisata. Holistic approach, discipline approach dan business approach. Melalui blog ini kita memilih penerapan business approach, sehingga isinya akan kebanyakan berkisar di dunia kegiatan praktis, mikro ekonomi, ketataniagaan, kepentingan produser dan konsumen di industri pariwisata, berorientasi link and match antara konsep, kebijakan, penalaran dan pelaksanaan. Dari praktek ketataniagaannya, kita dapat melihat anatomi bisnis pariwisata yang terdiri dari elemen elemen yang sedapat mungkin saya susun seperti gambar pelangi di atas. Interaksi di dalamnya itu membuat proses industri pariwisata berlangsung, dan, wisatawan bergerak. Anatomi itu menunjukkan, pada dasarnya proses bisnis pariwisata dapat dimulai dari dan oleh setiap elemen sebagai inisiator. Aksi dan transaksi menjadi nyata. Kaidah-kaidah bisnis secara umum juga berlaku, ditambah yang berlaku secara khusus di bidang kepariwisataan. So, ladies and gentlemen, let us enjoy sharing facts and views and let our contribution beneficial to tourists and travelers, regulators, tour and travel trade people. Silahkan kirim informasi dan gagasan-gagasan Anda ke:...

Read More

Jakarta Great Sale dan seterusnya

Mengapa wisatawan berkunjung? Dua alasan utama: (1) melihat dan menikmati alam dan budaya, (2) melihat dan menikmati EVENT yang diselenggarakan. Event pada kenyataannya ada dua: (1) Dilaksanakan sebagai rutinitas, ritual, tadisi. (2) Dilaksanakan sebagai kegiatan spesifik, menonjol, berskala lebih besar daripada yang ritual atau tradisi. Dalam rangka promosi pariwisata, event yang spesifik dan berskala besar itu membawa dampak kuat dan luas, dan terlihat bagaikan mercu suar yang menark perhatian dan dapat menjangkau berbagai sudut kehidupan masyarakat. Sebagai Event Spesifik, dalam peran pencitraan dapat dibandingkan dengan Monumen Nasional yang the land mark of Jakarta. Dalam konteks itu kita melihat sebagai contoh beruntun ‘kekayaan’ Event yang dilaksanakan. Dari INACRAFT bulan April yll, kini ICRAFT tgl 18-22 Juni, dan menyusul Jakarta Great Sale tgl 29/6 – 27/7-2008. INACRAFT mencitrakan Indonesia sebagai gudang produk kerajinan, ICRAFT mencitrakan gudang produk Interior yang berkaitan kerajinan, dan The Great Saletainment mau mencitrakan Jakarta sebagai destinasi untuk berbelanja (segala macam produk). Sudah pasti wisatawan lokal diharapkan berkunjung lebih banyak dari biasanya. Kalau hanya penduduk Jakarta, tentu tak bisa dibilang wisatawan. Kalau wisatawan domestik (dari luar Jakarta), tentu datang selain ke Event, sekalian menikmati spot wisata yang termasuk pada kategori Event rutin, ritual dan tradisi. Biasanya, orang kita merancang dan melaksanakan sendiri semua kegiatan wisata tersebut. Tak perlu agen wisata. Nah, pertanyaan timbul, agar lebih luas lagi masyarakat wisnus digerakkan, apakah biro perjalanan wisata kita berhasil membuat paket...

Read More

Yah, sayang Jakarta Great Sale tak siap

Benar saja, Jakarta Great Sale tak siap sebagai event professional dan komersial. “Saya baru bisa mempersiapkan JGS satu bulan terakhir,” Ketua Pelaksana JGS Benyamin Mailool mengakui (Kompas 21/6/2008). Panitia tak cukup punya waktu menghubungi semua hotel, maskapai penerbangan, restoran dan taksi sebagai pendukung JGS. Muncul usulan perlunya dibentuk semacam Jakarta Tourism Board (JTB). Dimaksudkan, jika diadakan, JTB akan bekerja sebelum JGS digelar sampai acara dilaksanakan. Brand-brand internasional misalnya dapat dikontak enam bulan sebelumnya. Editor: ini benar sekali. Dalam hal itu pula kebanyakan terjadi yaitu kekurangan kita menyiapkan event pariwisata, kerap kali tak disiapkan dengan d-day minus program yang cukup!!! Demikian juga perihal konsepnya menarik wisatawan. Menurut Panitia JGS, paket2 “One Day Shopping” dapat ditawarkan ke orang asing di Bali. Mereka berangkat pagi, berbelanja seharian di mal-mal Jakarta, makan di restoran dengan potongan harga khusus, dan kembali ke Bali malam harinya. BENARKAH INI SALEABLE? Diragukan wisman yang sudah berada di Bali, akan mau terbang khusus ke Jakarta hanya untuk shopping sehari. Kecuali ditawarkan acara khusus lain yang menarik untuk dialami. Kalau sekedar belanja, di pulau Bali tersedia shopping opportunity dengan harga barang yang juga bersaing. Tapi, bila dibuatkan itinerary untuk shopping spree dan dijajakan langsung di negeri asal wisman, mereka boleh jadi akan datang. Untuk itu bisa dijadikan Jakarta sebagai single destination di Indonesia, atau singgah di JGS on the way to Bali dan lain tempat sebagai final destination. Untuk...

Read More

Google Translate

EnglishFrenchGermanIndonesianItalian

Editor


Arifin Hutabarat


To send info, story, or commercial from you for ITN, please click here

Partner




Subscribe to our mailing list

Ikuti info berita terbaru dari kami dengan cara memasukkan alamat Email anda di bawah ini :
* indicates required
Email Format

Newsletter Pariwisata

Prepare Your Travel

Like Us on facebook