Author: Editor

VIY2008, Count Down

Bagaimana Target 7 Juta Wisman akan Tercapai Menteri Kebudayaan & Pariwisata Jero Wacik kembali optimistis target tinggi 7 juta wisman akan tercapai selama VIY2008,. Jumlah kunjungan menurut Menteri, “Sepanjang semester I 2008 tumbuh sebesar 17% menyentuh 3,1 juta orang dibanding periode yang sama tahun 2007 hanya 2,56 juta orang.” Bagaimana kita memaknai optimisme ini?  Mari kita lihat dengan cara ‘exercise’ yang lain. Di bawah ini tercermin pola proporsi jumlah kunjungan tiap semester selama 10 tahun terakhir. Yaitu: Semester I :Semester II:Total kunjungan 2008:3.100.000(semester I). 2007:n.an.a5.505.759 2006 :48%52% 4,871,351 2005:49%51%5,002,101 2004:47%53%5,321,165 2003:43%57%4,467,021 2002:50%50%`5,033,400 2001:49%51%5,153,620 2000:47%53%5,064,217 1999:45%55%4,727,520 1998:46%54%4,606,416 Bilamana dipakai pola proporsi jumlah kunjungan terendah semester pertama dengan 43% (yang terjadi tahun 2003), maka selama tahun 2008 tentulah jumlah kunjungan akan bisa mencapai 100 : 43 =2,325 X 3100000=720302. Ini memberikan “highest optimism” kita. Maka target tinggi 7 juta wisman selama VIY 2008 akan terlaksana. Bahkan lebih. Dengan pola proporsi ‘menengah’ semester pertama pada angka 46,5%, maka tahun 2008 jumlah kunjungan bisa mencapai 100 : 46.5 =2,15X3100000 =6.666.666. Ini berarti target menengah VIY2008 sebesar 6,5 juta dijamin tercapai. Dengan pola proporsi ‘tertinggi’ semester pertama 50% (ini memang terjadi hanya satu kali di tahun 2002), maka tahun 2008 jumlah kunjungan sepanjang tahun 2008 menjadi 100 : 50 =2X3100000 =6.200.000. Ini berarti target ’rendah’ sudah dijamin tercapai. Memperhatikan data di atas di mana proporsi 57% yang terjadi di semester kedua, kenyataannya selama satu...

Read More

Saingan atau Peluang ?

Menjual paket baru dgn AirAsia Inilah peluang bisnis yang terbuka untuk dimanfaatkan oleh industri pariwisata untuk periode dekat mendatang ini. Siapa yang akan mengambil insiatif melakukan pendekatan terhadap Air Asia, dan juga membuka ’deal’ baru dengan agen-agen produser turis di Malaysia, Singapura, Australia ? Peluang bisnis dimaksud dibangkitkan oleh adanya kegiatan-kegiatan baru sbb.:  1.Departemen Kebudayaan dan Pariwisata (Depbudpar) dan perusahaan penerbangan Air Asia mengadakan kerjasama promosi melalui peluncuran perdana tiga rute baru Air Asia yaitu; Pekanbaru-Singapura, Makassar-Kuala Lumpur, dan Manado-Kuala Lumpur. Menurut rencana penerbangan perdana tersebut akan dilaksanakan pada 25 Juli 2008 di Makassar dengan rute Kuala Lumpur-Makassar. Menurut Dep Budpar, Malaysia dan Singapura merupakan negara pasar utama Indonesia dengan target kunjungan tahun 2008 masing-masing sebesar 1,8 jutadan 1,1 juta. 2.Awal September 2008 mendatang Air Asia akan mengembangkan rute baru dari kawasan Australia Utara seperti Darwin ke sejumlah destinasi di Indonesia. Selain itu penerbangan langsung Kuala Lumpur-Yogyakarta akan dibuka dalam waktu dekat ini, menyusul rute baru Kinabalu- Pontianak yang memiliki pangsa pasar cukup besar. “Kami lebih fokus pada pasar cross border, dengan lama penerbangan antara 3-3,5 jam,” kata Presiden Direktur Air Asia Dharmadi ketika mendampingi Dirjen Pemasaran Depbudpar DR.Sapta Nirwandar menyaksikan pemasangan logo Visit Indonesia Year (VIY) 2008 di badan pesawat Air Asia di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta, Senin sore ( 21/7). Sebagai dimaklumi, Air Asia itu home-base nya di Kuala Lumpur, dan telah melayani penerbangan berjadual ke berbagai kota...

Read More

VIY2008 hendak Diperpanjang ke 2009

Menteri Pariwisata Jero Wacik menyatakan, pada dasarnya ia setuju jika VIY2008 diperpanjang hingga akhir 2009, karena program ini berdampak positif pada pariwisata. Nah, ini isyu baru yang menarik. Beberapa waktu yll sempat juga diwacanakan, bagaimana agar VIY2008 bahkan diperpanjang menjadi tiga tahun sampai VIY2009 dan 2010. “Adanya VIY sanggup memompa kunjungan wisman yang sepanjang semester I 2008 tumbuh sebesar 17% menyentuh 3,1 juta orang dibanding periode yang sama tahun 2007 hanya 2,56 juta orang,” kata Menteri, seraya mengatakan kunjungan wisman pada Juni 2008 menembus 600 ribu orang dengan devisa yang diperoleh sekitar US$ 3 miliar. Untuk melaksanakan program VIY lanjutan tersebut Depbudpar akan berkoordinasi dahulu dengan asosiasi besar pariwisata seperti PHRI, ASITA, dan INCCA. Apa pendapat Anda? Yang terasa pasti adalah, bilamana VIY2008 hendak diperpanjang dengan VIY2009, maka kampanye pemasarannya di pasar internasional seyogianya sudah mulai dilancarkan secara bertahap sejak awal kuartal akhir 2008, sekitar Oktober atau November 2008. Tentu saja dengan program, jadual dan paket-paket wisata yang definitif. Agar pasar dapat menyerap dengan proporsional dan berdampak signifikan meningkatkan serta meluaskan jumlah kunjungan wisata ke Indonesia. Permasalahan berkemungkinan timbul berhubung proses pembuatan dan persetujuan atas APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara). Di dalamnya tercakup anggaran Dep Budpar, yang sudah barang tentu dominan memengaruhi sejauh mana VIY 2009 bisa dirancang dan direalisir dengan D-day minus program yang effektif. Demikian pula koordinasi dan kaitannya dengan APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah),...

Read More

Biarkanlah UE Melarang Terbang ke Eropa

Uni Eropa (UE) akan mencabut larangan terbang ke Eropa terhadap 51 maskapai Indonesia sangat tergantung pada pihak otoritas penerbangan Indonesia yang harus membuktikan dipenuhinya persyaratan. Maskapai penerbangan secara individual, setelah adanya pemenuhan oleh otoritas, setiap saat bisa diizinkan terbang ke sana, asalkan juga sudah memenuhi persyaratan tekhnisnya. Itu kesimpulan dari keterangan resmi pemerintah Indonesia maupun pihak perwakilan UE di Jakarta, yang diberitakan kemarin (24/7/2008). Dari situasi ini, pada akhirnya harus diakui, kebijakan pihak UE yang diputuskan dari rapat 27 anggotanya pada 10-7-2008 yll, itu bisa dibiarkan saja. Sedikitnya dari satu sisi hal itu tidak menimbulkan kerugian langsung saat ini, di mana maskapai penerbangan Indonesia tidak ada yang beroperasi ke Eropa. Adapun Garuda Indonesia, selain tidak terbang ke Eropa, sampai kini masih menyatakan adanya ’rencana’ beroperasi kembali ke Eropa, belum jelas dan pasti. Kecuali bilamana saat ini sudah mem-file ke pemerintah di UE untuk proses izin beroperasi ke sana. Di satu sisi lain, larangan itu merugikan secara intangible, yaitu menimbulkan beban terhadap bidang pariwisata Indonesia, karena bagaimanapun citra Indonesia ’tidak dipercaya dari sudut keselamatan penerbangan’, jelas merugikan. Intagible loss itu, pada gilirannya memang berubah menjadi tangible loss, yaitu mengurangi jumlah kunjungan wisman dari Eropa ke Indonesia, yang selama ini per tahun rata-rata naik turun dari jumlah 700 ribu. Berdasarkan perkiraan, sekitar sepertiga jumlah itu biasanya melakukan kunjungan wisata di dalam negeri Indonesia, dari satu daerah ke daerah lain, dengan menggunakan...

Read More

Diperlukan inisiatif pendekatan dari Anda

Event Inacraft ? Pameran gala hasil kerajinan Indonesia setiap bulan April ? Banyak menilainya sukses. Sekalipun, Dirut Pelaksanya, Bramantyo terus terang, ini bukan event pariwisata. Maka kaitannya secara lembaga, dengan departemen perindustrian dan perdagangan, kata dia.  Penyelenggara sedari awal adalah ASEPHI, asosiasi eksportir pengusaha kerajinan Indonesia. Dari situ datang idee awal. Lalu, sebagai Pelaksana alias Organizing Committee, ditunjuk PT Mediatama Kreasi. Bramantyo : ini bukan event pariwisata, maka kaitannya secara lembaga, dengan departemen perindustrian dan perdagangan. Tentu dia benar. Tapi pada event Inacraft, badan promosi Tourism Malaysia ikut serta mempunyai stand dan ’space’ di tengah berlangsungnya Inacraft. Mereka menyajikan cultural performance, performing art, dan dekorasi payung dengan pencitraan ”The Truly Asia”, plus atraksi yang sepenuhnya mempromosikan pariwisata Malaysia. Jadi, sejatinya, event untuk perdagangan (trade) disenyawakannya dengan pariwisata (tourism). Ada yang bilang, with or without paket wisata yang dijual bersamaan dengan event Inacraft itu, kegiatan semacam Inacraft tetaplah berjasa besar bagi ekonomi dan perdagangan. Maka, bukankah Ideal pula, kerjasama dengan tour operator mengemas packaged-tour-itinerary untuk wisman agar berkunjung ke Inacraft. Dan, berarti memasarkan destinasi Jakarta dan Indonesia? Bilamana Inacraft sebagai ’core product’, maka augmented-product-nya menjadi paket wisata, bisnis wisata akan kebagian rezeki dan menjadi ’added value’ bagi penyelenggaraan Inacraft. Bicara event sebesar Inacraft, Bramantyo menguraikan bagaimana jadualnya disesuaikan dengan event serupa yang diselenggarakan di kawasan ini, yaitu Malaysia, China, Muangthai, Filipina. Dengan melihat jadual-jadual di negara tersebut, bagaikan mata rantai...

Read More

Google Translate

EnglishFrenchGermanIndonesianItalian

Editor


Arifin Hutabarat


To send info, story, or commercial from you for ITN, please click here

Partner




Subscribe to our mailing list

Ikuti info berita terbaru dari kami dengan cara memasukkan alamat Email anda di bawah ini :
* indicates required
Email Format

Newsletter Pariwisata

Prepare Your Travel

Like Us on facebook