Author: Editor

Bayangan Bisnis Akhir Tahun terhadap 2009

Wah, di tengah kesibukan kita mengejar target tujuh juta wisman tahun 2008, situasi pasar di berbagai kawasan dunia akhir-akhir ini diimbas oleh krisis keuangan AS dan dampak-dampak globalnya. Bulan-bulan penutup tahun 2008 tiba-tiba membersitkan kemungkinan penurunan jumlah wisman di dunia yang akan melaksanakan rencana libur, atau memperpendek, atau mencari cara lain yang tujuannya adalah menghemat biaya. Kita perlu mencermati dan di mana mungkin melakukan ‘crash problem solving’. Situasi ini juga membayangi sosok prospek tahun 2009. Peringatan Pemerintah Australia – travel advise – bagi warganya dalam hal bepergian ke Indonesia, yang diumumkan dua inggu yll., antara lain berbunyi: “If you do decide to travel to Indonesia, you should exercise extreme caution. We continue to receive reports indicating that terrorists are planning attacks against a range of targets, including Western interests and places frequented by foreigners. “There have been recent arrests of high-level terrorist operatives in Indonesia, but we assess terrorists are continuing to plan attacks. These attacks could take place at any time, including in places frequented by foreigners.” Khusus pasar Australia terurai di bagian bawah tulisan ini. Di Muangthai, gejala turunnya kedatangan wisman rupanya sudah mulai dirasakan. Para hotel dan operator tour melaporkan adanya ‘slowdown’ dalam booking bahkan untuk peak season sekarang ini hingga Maret 2009. Namun masih untung, menurut Tourism Authority of Thailand (TAT), terjadi penambahan kapasitas penerbangan 50 persen pada penerbangan charter dari luar negri menuju berbagai...

Read More

Kesibukan Mencapai 7 Juta Wisman

Di kalangan industri pariwisata, semacam pujian dilontarkan terhadap kesibukan yang dijalani oleh Departemen Kebudayaan dan  Pariwisata, sehingga Menteri Jero Wacik beberapa bulan ini selalu meyakinkan bahwa target tujuh juta wisman tahun Visit Indonesia 2008 ini akan terealisasi. Bahkan nilai devisa keseluruhan dari pariwisata juga akan ‘tertinggi’ dari apa yang selama ini dicapai. VIY 2008, bisakah menjadi titik baru dalam kebangkitan pariwisata?  Praktisi bisnis menunjukkan rajinnya Menteri Pariwisata mendekati para pelaku bisnis pariwisata sampai ke daerah-daerah. Ke Makassar misalnya, satu hari sengaja datang menghadiri pertemuan dan berbicara banyak dengan para anggota asosiasi travel agent. Dua hari kemudian kembali lagi mengikuti dan bertemu para pelaku bisnis di ajang TIME – Tourism Indonesia Market Exhibition, dst.Tujuannya ikut menggerakkan semangat dan harapan agar semua bekerja serius mencapai target 7 juta. Direktur Jenderal Pemasaran Pariwisata, Sapta Nirwandar, tak kurang aktifitasnya berkecimpung di tengah para pelaku bisnis, di dalam dan luar negeri, sehingga upaya-upaya menarik wisman berkunjung pun semakin kuat. Menteri dan Dirjen yang aktif mendekati para pelaku bisnis di lapangan, merupakan cara yang efektif dalam mengetahui apa yang terjadi dan yang berlaku seraya mendapat masukan, dan sebaliknya, untuk melahirkan kebijakan atau taktis menggerakkan kegiatan bisnis. Demikianlah dikomentari praktisi bisnis. Depbudpar mengumumkan, secara kumulatif jumlah kunjungan wisman ke Indonesia periode Januari-Agustus 2008 mencapai 4,07 juta atau tumbuh 12,73 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 3,61 juta. Indikator lain ditunjukkan dengan jumlah kunjungan wisman ke...

Read More

Ajaklah Maskapai anggota BARINDO

Kita sebaiknya segera memanfaatkan sebanyak mungkin perusahaan penerbangan asing untuk ikut mendukung upaya menarik wisman berkunjung ke Indonesia. Yaitu dengan melakukan pendekatan pada para anggota Barindo – Board of Airlines Representative in Indonesia. Itu diusulkan oleh Tengku Burhanuddin, Sekjen INACA – Indonesia National Air Carrier Association – dalam perbincangan dengan TTIspot ini.  Tentulah dimaksudkannya agar kerjasama yang telah dilakukan dengan baik oleh Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, dengan Singapore Airlines dan AirAsia, dapat diperluas dengan airlines lain, dan kemungkinan itu sangat potensial, demi mempercepat dan memperluas peningkatan jumlah wisman ke Indonesia. Kita pernah mencatat disini, kerjasama Depbudpar dengan Singapore Airlines sejak beberapa tahun yll, dan diperbarui sejak pertengahan tahun ini, bersamaan dilakukannya kerjasama dengan AirAsia, merupakan terobosan-terobosan baru. Artinya, kerjasama tidak lagi terbatas hanya dengan maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia. Semua airlines asing yang beroperasi ke Indonesia memang termasuk sebagai anggota Barindo, di dalamnya Garuda Indonesia juga aktif. Dan rasanya belum pernah secara pro aktif pihak kita Indonesia memanfaatkan mereka untuk inbound tourism. Mengapa dikatakan memanfaatkan? Dimaklumi, setiap DM – District Manager – atau GM – General Manager -, pada maskapai penerbangan asing di sini, tugas utamanya sebenarnya menjual sebanyak mungkin seat penerbangannya untuk konsumen agar terbang dari Indonesia ke luar negeri. Jadi, sebagai kegiatan outbound travel and tourism. Maka kalau kita mengajak kerjasama untuk mendatangkan wisman dari luar negeri, para DM atau GM itu memerlukan proses dan persetujuan-persetujuan khusus...

Read More

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Nasional

Sekretaris Jendral Depbudpar, Wardiyatmo, menyelenggarakan dan memimpin Forum Penyusunan RIPP – Rencana Induk Pembangunan Pariwisata – Nasional. Forum itu dilaksanakan tanggal 20-21 Oktober 2008 di Jakarta, di mana secara bergantian, diundangnya berbagai kalangan untuk menghimpun pendapat dan saran, seperti dari kelompok pers, kelompok antar departemen, dls. Konsep dasar telah dipersiapkan dan disajikan ke hadapan peserta forum. Sebagai pemerintah di tingkat nasional, sudah barang tentu konsep dimaksud mencakup berbagai pertimbangan, sehingga dalam menyusun konsep dilakukan holistic approach. Di dalamnya, berbagai aspek menguraikan keadaan, analisa dan prospek sehingga penyusunan itu juga mencerminkan pendekatan dari masing-masing ilmu – discipline apporach. Pada kesempatan itu, saya (Arifin Hutabarat) mengusulkan bagaimana kalau dengan tegas jelas juga dilakukan pendekatan bisnis terhadap pariwisata – business approach. Mengingat, keseluruhan pendekatan dalam rencana pembangunan, pada akhirnya bermuara pada terlaksananya kegiatan bisnis di bidang pariwisata, yang mampu mengefektifkan isi dari kebijakan dan strategi pembangunan yang disusun. Sebagai contoh, dalam menyusun prospek dan target-target jumlah wisman berkunjung ke Indonesia, di samping dimungkinkan disusun berdasarkan perhitungan linier, kuadrati dan eksponensial, akhirnya bermuara pada kenyataan supply and demand di pasar, antara lain misalnya mengenai ketersediaan riel jumlah seat penerbangan yang mengangkut wisman. Artinya, kegiatan bisnis penerbangan yang melayani rute internasional ke Indonesia, akan sangat menentukan berapa jumlah wisman yang bisa diangkut untuk datang berkunjung. Di lain pihak bagi operator penerbangan, keputusan untuk beroperasi ke Indonesia pada dasarnya akan bergantung pada beberapa faktor termasuk perhitungan...

Read More

Contoh Publisitas Destinasi di Luar Negeri

Apakah Anda membaca koran Kompas Sabtu 18 Oktober 2008, yang memuat satu halaman penuh newsstory tentang Muangthai? Dua judulnya, masing-masing : “Amazing Thailand 2009 Versus Konflik Politik”, dan judul lain “OTOP, setelah Bangkok dan Pattaya”. OTOP adalah kependekan dari One Tambon One Product, dan Tambon adalah bahasa Thai yang artinya desa. Jadi, setengah halaman dilaporkan oleh penulisnya mengenai perkembangan mutakhir krisis politik yang sedang melanda negeri itu. Krisis politik yang telah membawa bentrokan-bentrokan dengan kekerasan antara demonstran dan polisi.  Artikel satu lagi justru mengenai wajah pariwisata Muangthai dewasa ini, yang seakan tiada terjadi apa-apa, pariwisatanya berlangsung business as usual, bahkan dengan kreasi baru produk yang menarik wisman. Begitulah kita sebagai pembaca diberikan kesan. Kita tentu ingat catatan sebelumnya, Muangthai dalam rangka meluncurkan Visit Thailand Year 2009, dilaksanakan dengan mengundang  datang ke Muangthai lebih 900 orang yang terdiri dari wakil-wakil dari berbagai biro perjalanan dan operator tour dan penulis-penulis media massa dari mancanegara. Mereka datangkan serentak tanggal 8 – 12 Oktober yll. Artikel-artikel semacam itu, yang disajikan oleh media secara netral, — jadi bukanlah  advertorial atau iklan yang dibayar–, itu masuk pada kategori third party endorsement. Media yang memuatnya berarti memberikan endorsement mengenai kebenaran dari apa yang dilaporkan, dianalisa, atau dianjurkan dalam tulisan itu. Pembaca akan percaya, atau dipengaruhi kepercayaannya. Muangthai memang memanfaatkan tulisan-tulisan di media di mancanegara untuk mempromosikan pariwisata di luar negerinya. Bilamana event ABG – Asian Beach...

Read More

Google Translate

EnglishFrenchGermanIndonesianItalian

Editor


Arifin Hutabarat


To send info, story, or commercial from you for ITN, please click here

Partner




Subscribe to our mailing list

Ikuti info berita terbaru dari kami dengan cara memasukkan alamat Email anda di bawah ini :
* indicates required
Email Format

Newsletter Pariwisata

Prepare Your Travel

Like Us on facebook