ATF-2015-logo-234x231 Forum Pariwisata ASEAN (ATF) 2015 akan diselenggarakan di Myanmar untuk pertama kalinya. Edisi ke-34 acara tahunan ini akan berlangsung dari 22-29 Januari 2015 di Myanmar International Convention Centre (MICC) 1, Nay Pyi Taw, Myanmar. Menjelang pemberlakukan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) di akhir tahun 2015, ASEAN – Pariwisata bagi perdamaian, kemakmuran dan Kemitraan menjadi tema pada penyelenggaraan ATF 2015. Tema itu sejalan dengan tema kepemimpinan Myanmar di ASEAN tahun 2014. Selama memimpin ASEAN, Myanmar mendasarkan kepemimpinannya pada tiga pilar dalam membangun Komunitas ASEAN, yaitu perdamaian, kemakmuran dan kesatuan.

Myanmar International Convention Center 1,Nay Pyi Taw,akan menjadi venue ATF 2015 pada Januari 2015 mendatang. (Foto: atf-2015.com)

Myanmar International Convention Center 1,Nay Pyi Taw,akan menjadi venue ATF 2015 pada Januari 2015 mendatang. (Foto: atf-2015.com)

ATF 2015 diharapkan dapat menarik 1.500 peserta dari lebih dari 40 negara, termasuk menteri pariwisata dan pejabat, peserta pameran dari negara-negara ASEAN, pembeli internasional, media internasional dan lokal, serta pengunjung perdagangan pariwisata.

Kementerian Hotel dan Pariwisata Myanmar menjadi tuan rumah ATF 2015, yang diselenggarakan oleh Federasi Pariwisata Myanmar dan dikelola oleh MP Singapura dan Myanmar Ventures Group.

Menteri Hotel dan Pariwisata Republik Uni Myanmar U Htay Aung, pada sambutannya yang dipublikasikan dalam situs resmi ATF 2015 (http://www.atf-2015.com) mengatakan, “Kami siap menyambut dan berbagi kekayaan Myanmar dalam budaya dan keanekaragaman hayati; pesona dan keramahan orang-orang multi-etnis dengan semua delegasi dan pengunjung. Kami yakin bahwa ATF 2015 akan menjadi tonggak pariwisata khusus menyediakan interaksi ide-ide baru, pengetahuan dan pengalaman dan berbagi produk dan jasa kepada para pelaku pariwisata lokal untuk menampilkan produk dan layanan mereka ke pasar global.”

Industri pariwisata Myanmar menikmati pertumbuhan stabil. Dengan akan segera berlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN (AEC/MEA), pemerintah mengeluarkan banyak kebijakan untuk merangsang pariwisata inbound ke Myanmar. Pada tahun 2013, negeri ini menerima sekitar 2 juta turis atau naik 93% dari tahun sebelumnya. Pemerintah Myanmar bertujuan meningkatkan jumlah wisatawan menjadi 3,1 juta pada tahun 2014.

Myanmar bukan hanya ingin menarik wisatawan dari ASEAN dan Asia saja, tetapi juga dari negara-negara Eropa termasuk Perancis, Jerman, Inggris, dan Amerika Serikat. Selain itu, jumlah penerbangan langsung ke Yangon dari kota-kota strategis di Singapura, Jepang, Cina, Korea Selatan, Kuala Lumpur, dan Bangkok telah meningkat.

Aksesibilitas Indonesia-Myanmar

Koneksi langsung Indonesia-Myanmar akan segera dimulai setelah Garuda Indonesia dan Myanmar Airways International menandatangani kerja sama code share di Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (25/11/2014). Penandatanganan tersebut dilaksanakan oleh Direktur Pemasaran dan Penjualan Garuda, Erik Meijer dan Managing Director Myanmar Airways International, Si Thu.

Code share Garuda dengan Myanmar Airways International akan dilakukan pada rute Jakarta-Bangkok–Yangoon (pp) dan Jakarta-Singapore-Yangoon (pp). Namun, sampai dengan akhir November 2014, code share tersebut belum efektif berjalan.

Nya Pyi Taw,ibukota baru Myanmar.

Nya Pyi Taw,ibukota baru Myanmar.

Nay Pyi Taw, ibukota baru Myanmar

Nay Pyi Taw adalah ibukota administratif Republik Uni Myanmar. Letaknya 391 km dari Yangoon, ibukota lama, dan 302 km dari Mandalay. Ibukota baru Myanmar tersebut dapat dicapai melalui udara dan darat.

Bandara Internasional Nay Pyi Taw berjarak sekitar 30 menit berkendara dari Nay Pyi Taw. Bangkok Airways mengoperasikan penerbangan langsung ke Nay Pyi Taw dari Senin sampai Jumat. Semua operator domestik mengoperasikan penerbangan setiap hari dari Nay Pyi Taw ke kota komersial, Yangon dan kota budaya, Mandalay. Dari ibukota Nay Pyi Taw sudah tersedia penerbangan menuju destinasi-destinasi wisata seperti Bagan, Heho, Sittway, Myitkyina, Kyaing Tong, Tachileik dan lain-lain.

Pengunjung juga bisa naik bis dan kereta api dari banyak daerah di seluruh negeri. Banyak bus modern beroperasi di jalan-jalan raya setiap hari dari beberapa kota dan/ke Nay Pyi Taw. Perjalanan dari Yangon ke Nay Pyi Taw berlangsung sekitar 4-5 jam dengan mobil. Stasiun Kereta Api Nay Pyi Taw terletak sekitar satu jam perjalanan dari Nay Pyi Taw.

Nay Pyi Taw dibangun selama tujuh tahun. Pegawai negeri pindah ke kantor-kantor baru mereka selama tahun 2005 dan 2006. “Nay Pyi Taw” berarti “Royal Capital” atau “Tempat Pemerintahan berada”. Meskipun Nay Pyi Taw masih sangat muda untuk ukuran sebuah ibukota negara, ia memiliki banyak hal yang dapat ditawarkan kepada para pengunjung baik untuk berbisnis maupun berlibur. Kota ini dibangun di dataran di antara dua rentang bukit, Bago Yoma dan Shan Yoma, dan memiliki latar belakang yang luar biasa.

Stadion Wunna Theikdi berkapasitas 30.000 penonton menjadi saksi kesuksesan Myanmar menyeleggarakan The 27th South East Asian Games pada Desember 2013 lalu dan The 7th ASEAN Para Games pada Januari 2014. *** (Yun Damayanti)