TTI ah bkpm featured Tujuh bidang usaha yang berkaitan dengan pariwisata akan dibuka bagi kepemilikan asing 100%. Yaitu  bidang usaha restoran, bar, cafe, serta empat bidang usaha di bidang gelanggang olahraga yakni renang, sepakbola, tenis lapangan dan sport center. Aturan baru tentang Panduan Investasi tersebut akan dapat selesai April 2016 mendatang.
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Franky Sibarani memaparkan bahwa salah satu sektor yang telah dibahas dalam rapat koordinasi di Kementerian Koordinator Perekonomian pada Rabu (20/1) adalah sektor pariwisata. Proses pembahasannya sudah selesai. Yaitu tujuh bidang usaha akan dibuka 100% untuk asing, empat bidang usaha dibolehkan kepemilikannya 70% oleh modal asing dan 14 bidang usaha boleh dimiliki oleh asing hingga 67%.
Informasi ini disebutkan dalam siaran pers yang diterima para wartawan di Jakarta.  Menurut Franky, tujuh bidang usaha yang akan dibuka 100% untuk asing tersebut merupakan relaksasi dari regulasi yang berlaku selama ini yang membatasi kepemilikan saham asing 49%. “Dengan terbukanya kepemilikan saham 100% untuk asing, maka investor dapat langsung menanamkan modalnya,” paparnya.
Siaran pers itu lebih lanjut menerangkan, menurut Franky, tujuh bidang usaha tersebut diharapkan dapat meningkatkan aliran investasi asing. “Ini cukup positif  untuk mendorong masuknya investasi dari sektor- pariwisata yang juga termasuk dalam sektor prioritas BKPM,” ungkapnya.
Lebih lanjut dirincinya, empat bidang usaha akan dibuka bagi 70% kepemilikan modal asing dan 14 bidang usaha untuk kepemilikan modal asing 67%. Empat bidang usaha dengan kepemilikan 70% modal asing itu dilakukan dalam kerangka penyesuaian dengan ASEAN Framework Aggreement on Services (AFAS).
“Empat bidang usaha tersebut adalah Jasa boga/catering, lapangan Golf, Jasa Konvensi Pameran dan Perjalanan Wisata (MICE), Spa. Investor tetap membutuhkan mitra lokal yang memiliki 30% saham perusahaan,” urainya.
Adapun 14 bidang usaha dengan batasan kepemilikan modal asing 67% terdiri dari museum swasta, peninggalan sejarah yang dikelola swasta, biro perjalanan wisata serta hotel bintang satu, dua dan hotel non bintang. Selain itu juga jasa akomodasi lainnya, gelanggang olahraga seperti Biliar, Bowling, Fitness, jasa impresariat (usaha penyelenggaran kegiatan hiburan dan rekreasi) bidang seni, karaoke, serta pengusahaan obyek wisata. “Dalam regulasi yang ada saat ini, bidang usaha-bidang usaha tersebut masih tertutup untuk asing karena dialokasikan untuk 100% bagi penanaman modal dalam negeri,” tambahnya.
Tapi dua bidang usaha tetap akan tertutup bagi investassi modal asing yakni agen perjalanan wisata dan pemandu wisata (guide).
Sebelumnya, BKPM membuka kesempatan bagi seluruh komponen masyarakat untuk menyampaikan usulan terhadap rencana revisi Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2014 tentang hal-hal tersebut. BKPM telah menerima 454 butir masukan dari sektor swasta dan pemangku kebijakan lainnya. Setelah itu BKPM juga menerima masukan tertulis dari Kementerian dan instansi teknis terkait. BKPM sendiri mengharapkan aturan baru tentang Panduan Investasi ini dapat selesai April 2016 mendatang.***