Apa Kata Buyers untuk Wisman dan Wisnus Berwisata ke NTT Kini? Ada yang Minta Komodo-NTT-Timor Leste

Delegasi dari Lembata menerangkan potensinya kepada buyers dari mancanegara.(Foto:YD)

Delegasi dari Lembata menerangkan potensinya kepada buyers dari mancanegara.(Foto:YD)

Kupang, (ITN-IndonesiaTouristNews):Di antara 166 buyers di Komodo Travel Mart 2017 akhir minggu lalu di Kupang, kita tanya beberapa. Diana Doreian dari Dive Adventures Australia menggambarkan, wisatawan selam dari Australia mencari whole package. Maksudnya, perjalanannya tidak hanya untuk menyelam di titik-titik penyelaman yang indah dan sudah dikenal tetapi juga di antara jeda waktu antara penyelaman ke penyelaman berikutnya mereka ingin bisa mendapatkan pengalaman kehidupan di pulau-pulau. Maksudnya, berinteraksi dengan masyarakat lokal. Destinasi Labuan Bajo dan Raja Ampat semakin terkenal di kalangan wisatawan selam di Australia tetapi mereka tidak tahu itu ada di mana serta bagaimana mencapainya dan mengatur perjalanannya.

It’s interesting. We found new contacts. They have something to do on the island (land, red.) which is good for Australian divers. They are not just looking for dive trip but also expriencing the life on the island. I found homestays, it’d be interesting because Australians like being socialized and they’d enjoy it living in homestays with local family,” kata Diana tampak antusias.

Bagi Tan Key Chow dari Kim Travel Service, Singapura, ini kesempatan untuk mengeksplorasi destinasi-destinasi baru di Indonesia.

     Nur Hidajat dari Warna Indonesia, operator tur wisata minat khusus berbasis di Jember, Jawa Timur mengatakan, hadir di KTM 2017 merupakan kesempatan bagus bertemu dengan mitra-mitra lokal yang khusus menjual destinasi NTT seperti Labuan Bajo, Ende, Maumere, Kupang dan lain-lain.

“Semoga tahun depan kami bisa memasukkan destinasi NTT secara keseluruhan. Saat ini masih hanya menjual Komodo saja. NTT sangat potensial untuk bisa menjadi ujung tombak pariwisata Indonesia di wilayah ujung timur yang berbatasan dengan Timor Leste. Tur ini nanti akan sangat menarik dengan kombinasi Kupang-Timor Leste. Tentu saja didukung potensi Pulau Komodo, Rinca, Danau Kelimutu, desa-desa adat yang unik seperti Wae Rebo, serta kerajinan khas seperti tenun sumba dan tenun flores yang sangat tipikal,” kata Nur.

Menurut Kurnia Lesandri Adnan dari Sanindo Tours Bengkulu, meskipun produk-produk yang ditawarkan masih sama mesti terus dipoles dan dikemas dengan menarik, termasuk obyek daya tarik wisatanya, agar wisatawan domestik juga tetap tertarik untuk mengunjunginya.*** (Yun Damayanti)

Leave a Reply

Your email address will not be published.