AP I, DisParProv NTT, ASITA, PHRI, Kolaborasi Terkait Pemberian Insentif Stimulus utk Menarik Wisatawan ke NTT

Para pembicara dan panelis di FGD/CDD Komodo Travel Mart 2017.(Foto:Ist.)

Para pembicara dan panelis di FGD/CDD Komodo Travel Mart 2017.(Foto:Ist.)

Jakarta, (ITN-IndonesiaTouristNews): Kemajuan lain lagi akan ada di Komodo Travel Mart 2017 (KTM), yang tidak akan hanya menjadi pertemuan bisnis semata. Sebelum dimulai akan didahului dengan Focus Discussion Group (FGD) Collaborative Destination Development (CDD). FGD/CDD ini diinisiasi oleh PT Angkasa Pura I (AP I) dan akan diselenggarakan pada hari Kamis, 19 Oktober 2017 di Kupang. Itu merupakan tindak lanjut dari FGD/CDD tahun lalu.

Topik FGD/CDD hendak mengangkat kolaborasi antara pemerintah daerah dengan pelaku industri pariwisata (swasta) untuk meningkatkan industri pariwisata di Nusa Tenggara Timur. Peserta terdiri dari pentahelix, di antaranya ialah buyers dan media/blogger dari dalam dan luar negeri.

FGD/CDD tahun ini menghadirkan para pembicara dan panelis mewakili pemda, maskapai penerbangan, bandara, pelaku bisnis dan industri perjalanan dan pariwisata, akademisi, dan pengamat pariwisata. Selain itu, akan hadir pembicara internasional yang akan berbagi pengalaman mengenai Ecotourism di Nusa Tenggara Timur.

Menurut rencana, line-up pembicara dan panelis di FGD/CDD nanti diantaranya, Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya; Dirut PT Angkasa Pura I (Persero) Danang S. Baskoro; Direktur Pemasaran dan Pengembangan Usaha PT Angkasa Pura I M. Asrori; Bupati Lembata Eliajer Yentjie Sunur; Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTT Marius A. Jelamu; Ketua Umum ASITA Asnawi Bahar; Rektor Universitas Nusa Cendana Prof. Ir. Fredrik Lukas Benu, M.Si.,Ph.D; Stephanie Brookes (Travel Writer) dan David Metcalf (Professional Photographer).

Usai FGD/CDD, akan dilakukan penandatanganan kerja sama antara PT AP I, Dinas Pariwisata Provinsi NTT, ASITA, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), dan maskapai penerbangan. Kerja sama itu terkait pemberian insentif atau stimulus untuk menarik kunjungan wisatawan lebih banyak ke NTT dari dalam negeri dan mancanegara.

Semua orang tahu komodo.Tapi,di mana dan bagaimana akses ke sana? Itulah pertanyaannya.(Foto:wikipedia)

Semua orang tahu komodo.Tapi,di mana dan bagaimana akses ke sana? Itulah pertanyaannya.(Foto:wikipedia)

Tindak lanjut FGD/CDD 2016

FGD/CDD tahun 2017 merupakan tindak lanjut dari hasil diskusi panel FGD/CDD 2016. Salah satu poin pentingnya, untuk meningkatkan pertumbuhan industri pariwisata di NTT diperlukan kolaborasi antara pemerintah di daerah-daerah dengan pelaku industri pariwisata dan lembaga-lembaga kepariwisataan.

Pelaksanaan FGD/CDD 2017 juga merupakan hasil kolaborasi antara PT AP I dengan DPD ASITA NTT, menjadi satu rangkaian program bursa pariwisata Komodo Travel Mart tahun ini.

Hasil dari FGD/CDD tahun lalu: membangun kerja sama Trialteral Economic Kupang-Dili (Timor Leste)-Darwin (Australia); rencana mengembangkan rute penerbangan langsung internasional dari Kupang; mempercepat pembangunan pariwisata melalui sinergi para pemangku kepentingan pariwisaa dan yang terkait; meningkatkan kualitas sumber daya manusia lokal, pegawai hotel misalnya, melalui pelatihan-pelatihan dan sertifikasi.

Beberapa tindak lanjut dari FGD/CDD 2016 adalah Tourist Information Center (TIC) di bandara, thematic event di bandara sesuai dengan kalendar event pariwisata di NTT, penambahan layanan oleh Lion Air, Wings Air dan Transnusa, serta mempersiapkan terminal penumpang internasional dalam rangka persiapan penerbangan internasional Kupang-Dili.

Menurut panitia penyelenggara KTM 2017, FGD/CDD tahun ini lengkap sekali narasumbernya. Memberikan harapan besar atas pariwisata NTT berkelanjutan dan bagaimana mengembangkan potensi ekowisata yang besar di provinsi tersebut melalui praktik-praktik terbaik.*** (Yun Damayanti,dari berbagai sumber)

Leave a Reply

Your email address will not be published.