Yang dalam box merah menunjukkan yang mengalami penurunan pertumbuhan.

Yang dalam box merah menunjukkan pertumbuhan yang negatif khususnya di November 2017 terhadap November 2016.

Jakarta, ( ITN – IndonesiaTouristNews ): Andaikan tak ada erupsi gunung Agung di Bali, target nasional  15 juta kunjungan wisman tahun 2017 ini tentulah tercapai. Jumlah kunjungan keseluruhan secara nasional wisatawan mancanegara atau wisman ke Indonesia bulan November 2017 naik 5,86 persen dibanding jumlah kunjungan pada November 2016, yaitu dari 1,00 juta kunjungan menjadi 1,06 juta kunjungan. Memang, dibandingkan dengan Oktober 2017, jumlah kunjungan wisman pada November 2017 mengalami penurunan sebesar 8,42 persen..

Secara kumulatif (Januari–November) 2017, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai   12,68 juta kunjungan atau naik 21,84 persen dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun sebelumnya yang  berjumlah 10,41 juta kunjungan.

Sebelumnya, pada 22 Desember 2017 Kemenpar mengumumkan kesimpulan hasil analisis seperti ini:

  • Berdasarkan data historis kunjungan wisatawan mancanegara, capaian kunjungan bulan September cenderung lebih tinggi atau naik dibandingkan dengan capaian Agustus 2017. Namun capaian kunjungan wisman bulan September 2017 mengalami penurunan dibandingkan capaian Agustus 2017. Hal ini diasumsikan karena pemberitaan aktivitas vulkanik Gunung Agung dan peningkatan status Awas pada tanggal 22 September 2017.
  • Berdasarkan data dari Imigrasi Ngurah Rai, jumlah kedatangan orang asing pada bulan Oktober 2017 sebesar 447.444 orang asing, sedangkan jumlah keberangkan dari Bandara Ngurah Rai sebesar 484.992 orang. Artinya jumlah orang asing yang keluar dari Bali lebih banyak dibandingkan dengan orang asing yang datang, dengan selisih sebesar 37.478 orang. Maka, dapat diasumsikan bahwa pengaruh atau dampak berita Erupsi Gunung Agung menyebabkan calon wisatawan ragu untuk datang ke Bali.
  • Berdasarkan data Daily Imigrasi (Dashboard Wisman), kunjungan orang asing ke Ngurah Rai pada tanggal 1 – 26 November 2017 sebesar 346.738 orang. Bandara Ngurah Rai ditutup sejak tanggal 27 November 2017, dan dibuka kembali pada tanggal 29 November 2017 pukul 15.00 WITA.
  • Terhitung pada tanggal 26 – 28 November 2017, tercatat 392 pembatalan penerbangan, dengan penghitungan kehilangan ± 79.906 seats untuk Bali.
  • Akibat Erupsi Gunung Agung, hingga saat ini terdapat 9 (Sembilan) negara yang mengeluarkan Travel Advisory / Travel Warning, yaitu Amerika, Australia, Singapura, Selandia Baru, Irlandia, Tiongkok, Malaysia, India dan Inggris.

Dalam analisa disebutkan, berdasarkan data BPS, capaian kunjungan wisman ke Indonesia pada periode bulan Januari sd. Oktober 2017 sebesar 11.617.828 atau mencapai 101% dari target yang ditentukan sebesar 11.500.000;

Akibat terjadinya erupsi gunung Agung yang berdampak pada penutupan Bandara Ngurah Rai dan Bandara Internasional Lombok serta travel warning dari beberapa negara, capaian kunjungan wisman ke Indonesia pada bulan November dan Desember 2017 diperkirakan masing-masing sebesar 1,1 dan 1,2 juta, sehingga total capaian wisman pada tahun 2017 diperkirakan sebesar 13,9 juta atau mencapai sebesar 92,8% dari target 15 juta.

BPS kemarin dulu telah mengumumkan jumlah kunjungan wisman seperti terlihat di atas.***