Laguna bintang di kawasan Piaynemo, Raja Ampat, Papua Barat. [Foto;YD]

Jakarta, (ITN-IndonesiaTouristNews):Aktivitas pariwisata di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, dihentikan sementara waktu efektif mulai dari 23 Maret 2020 sampai dengan 5 April 2020. Ini berdasarkan Pengumuman Bupati Raja Ampat No.440/101/SETDA bertanggal 22 Maret 2020 dan ditandatangani oleh Bupati Raja Ampat. Adapun pemerintah kabupaten sampai pada keputusan ini agar memberikan waktu kepada daerah fokus melakukan upaya-upaya pencegahan penyebaran virus corona (Covid-19) di wilayahnya yang tersebar di pulau-pulau kecil.

Di dalam Pengumuman Bupati Raja Ampat tersebut dinyatakan, menutup dan menghentikan sementara kegiatan kunjungan di seluruh obyek wisata dalam wilayah Kabupaten Raja Ampat, menghimbau kepada seluruh masyarakat Raja Ampat tidak mengadakan kegiatan sosial dan jasa hiburan, dan melakukan evaluasi dan kebijakan lebih lanjut dengan memperhatikan perkembangan persebaran Covid-19 ke depan.

Operator-operator wisata di Raja Ampat dan Sorong telah menghentikan menerima tamu dan aktivitas tur. Salah satu operator tur ke Raja Ampat berbasis di Sorong mengatakan, sejak minggu lalu tamu-tamunya sudah tidak bisa lagi masuk ke Sorong. Wisatawan yang sudah sampai di Makassar tidak bisa melanjutkan perjalanan ke Sorong.

Penyemprotan disinfektan di tempat-tempat publik mulai dilakukan Senin [23/3/2020] di Waisai,Raja Ampat, Papua Barat.[Foto;Dinas Pariwisata Kabupaten Raja Ampat]

Sekarang ini, bagi wisatawan yang masih berada di Raja Ampat dipantau dan diarahkan untuk mengikuti surat edaran yang dirilis oleh pemerintah daerah. Mereka bisa menyelesaikan sisa turnya dan segera kembali setelah jadwal tur di Raja Ampat selesai. Tur dilakukan di tempat jauh dari keramaian. Operator tur telah memperoleh pemberitahuan ini, dan pemandu wisata di bawah Himpunan Pramuwisata Indonesia daerah Papua Barat juga ikut membantu mensosialisasikan Pengumuman Bupati tersebut kepada para pemilik homestay dan diharapkan bisa menyampaikannya lagi kepada wisatawan. Terkait jadwal kapal penyeberangan yang menghubungkan kota Waisai, Raja Ampat, dan Sorong rata-rata wisatawan telah mengetahuinya.

Menurut data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik Kabupaten Raja Ampat, jumlah kunjungan wisatawan ke Raja Ampat pada tahun 2018 mencapai 23.099 wisatawan mancanegara dan 20.811 wisatawan domestik. Wisatawan mancanegara paling banyak datang dari kawasan Eropa.

Sementara kegiatan pariwisata dihentikan selama dua minggu, pemerintah daerah fokus pada pencegahan penyebaran wabah penyakit. Selain mengukur suhu tubuh para penumpang kapal baik yang turun maupun yang akan naik, penyemprotan disinfektan juga dilakukan di area pelabuhan serta kapal-kapal yang tiba dan berangkat. Aparat pemda yang tergabung dalam Satgas Covid-19 pun dikerahkan untuk mensosialisasikan kepada masyarakat di Raja Ampat mengenai menjaga jarak, mengurangi kegiatan yang mengumpulkan banyak orang serta penangangan orang di bawah pengawasan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) dalam menghadapi wabah penyakit ini.

Meskipun langkah penutupan sementara telah dilakukan di berbagai tempat di Indonesia saat ini, wisatawan akan datang kembali. “Tourist will come back to see most pristine sea and mountain. Everything is not cancel. Economy is not cancel. It is just on pause,” ujar Norberto Rodriguez Sanchez dari Come to Indonesia, satu operator tur yang konsisten membawa wisatawan dari Eropa menjelajahi Wonderful Indonesia di antaranya ke Raja Ampat, Sumba, Tanjung Puting, selain Bali.***(Yun Damayanti)