Peserta famtrip bagi agen perjalanan/operator tur dari Malaysia dan Singapura di depan Koperasi Karunia di Desa Sukarara.Mereka juga suka produk tekstil kain tenun lombok.(Foto:YD)

Peserta famtrip bagi agen perjalanan/operator tur dari Malaysia dan Singapura di depan Koperasi Karunia di Desa Sukarara.Mereka juga suka produk tekstil kain tenun lombok.(Foto:YD)

Sebanyak 10 orang mewakili perusahaan agen perjalanan/operator tur dari Malaysia dan Singapura tegas jelas menyatakan Pulau Lombok itu menarik dan mereka merasa optimis bisa mengirimkan tamu-tamu alias wisatawan ke Gili Trawangan. Mereka baru saja mengikuti famtrip dari Kementerian Pariwisata selama tiga hari, 26-28 Maret 2017. Kegiatan itu pun disebut Wonderful Indonesia Famtrip Lombok Travel Mart IV, seiring dengan dilaksanakannya event Travel Mart tersebut di Pulau Gili Air.

Pengalaman dan aktivitas di tourist spot di destinasi, itulah tampak yang membuat hasil sedemikian. Turis memang memerlukan “akivitas”, bukan hanya cuma “melihat atau menyaksikan”.

Hujan gerimis turun nyaris tanpa henti di Gili Air pada hari Minggu (26/3), hari pertama famtrip yng dilaksanakan oleh Asdep Pengembangan Pasar Asia Tenggara, Kemenpar. Programnya island hopping di antara tiga gili, Gili Air, Gili Meno dan Gili Trawangan. Dari tepi pantai pulau Lombok, ketiga pulau ini berjarak beberapa menit saja menyeberang dengan speed boat. Ketika beberapa orang dari peserta famtrip turun ke laut untuk snorkeling dan yang lainnya memberi makan ikan-ikan, hujan turun semakin lebat. Gelombang laut semakin kencang. Hingga kembali ke Pulau Lombok, awan mendung terus menggelayut di atas tiga gili.

Cuaca tak mempengaruhi para tamu. Tiba di dermaga Teluk Nara di Pulau Lombok hujan sudah berhenti. Dalam perjalanan menuju hotel Holiday Resort Lombok di kawasan pantai Mangsit, peserta famtrip diajak melihat tiga gili dari ketinggian di stop over lokasinya namanya Malaka, juga disebut Nipah. Pada sore dan malam harinya, peserta famtrip menikmati spa di hotel.

Seorang peserta famtrip dari Malaysia sedang menghias gerabah buatannya.(Foto:YD)

Seorang peserta famtrip dari Malaysia sedang menghias gerabah buatannya.(Foto:YD)

Rintik hujan masih turun saat peserta famtrip menuju perajin gerabah di Desa Banyumulek pada hari kedua. Di sana mereka melihat pembuatan gerabah khas Lombok. Salah seorang peserta famtrip dari Malaysia mencoba membuat dengan dibantu seorang ibu perajin di workshop Berkat Sabar. Hasilnya boleh dibawa pulang. Pemandu wisata yang menemani menunjukkan bagaimana memasukan air ke dalam kendi dari tanah liat khas Lombok. Dia memasukkan air dari dasar kendi lalu menutupnya dan air di dalamnya tidak tumpah. Seorang peserta famtrip dari Singapura mencobanya. Gagal pada percobaan pertama. Pada usaha kedua dia berhasil. Setelah itu peserta masuk ke ruang yang dipenuh berbagai macam produk gerabah buatan masyarakat setempat.

Berkat Sabar Art Shop berada di Jalan Pariwisata Banyumulek, Kecamatan Kediri, Lombok Barat. Rata-rata setiap hari ada sekitar 10 bis, besar dan kecil, dan antara 30-40 kendaraan kecil datang ke sini. Mereka membawa wisatawan. Dari grup besar yang datang dengan bis paling tidak 10 orang turun dan berkunjung ke art shop itu. Desa Banyumulek memang dikenal sebagai sentra pembuatan gerabah dan telah masuk ke dalam itinerary wisata di Lombok sejak lama.

Desa Sukarara bertetangga dengan Desa Banyumulek. Desa ini dikenal sebagai sentra kerajinan tenun lombok. Jumlah ibu-ibu penenun di desa ini sekarang sekitar dua ribu orang. Kain tenun lombok adalah salah satu suvenir khas. Dengan semakin banyak wisatawan datang ke Lombok, rupanya ibu-ibu penenun sekarang mulai mencoba mengkreasikan motif-motif baru. Hasil tenunnya disalurkan melalui koperasi-koperasi.

Greeting dan Introducing oleh pemandu lokal di Desa Wisata Sade.(Foto:YD)

Greeting dan Introducing oleh pemandu lokal di Desa Wisata Sade.(Foto:YD)

Sama seperti di Desa Banyumulek. Sebelum wisatawan melihat-lihat produk jadinya, wisatawan diajak ke rumah-rumah penduduk melihat ibu-ibu yang sedang menenun. Boleh pula mencobanya dibantu penenun. Pemandu lokalnya para ibu atau perempuan muda dari desa. Dengan bahasa Inggris dasar, mereka percaya diri menjelaskan teknik dasar menenun dan fungsi tenun bagi masyarakat Lombok, khususnya bagi orang Sasak. Setelah itu baru diajak ke koperasi yang menyediakan ruang pamer hasil tenun perajin dan wisatawan bisa melihat-lihat dan membelinya. Di depan ruang pamer ada juga beberapa orang perempuan yang sedang menenun. Semuanya mengenakan pakaian adat lombok. Paramuniaganya juga mengenakan kain sarung khas lombok. Wisata belanja di sini sekaligus atraksi khas daerah.

Dari sana menuju Kampung Sade di Desa Rembitan. Setiap pengunjung ke kampung wisata ini akan diarahkan ke balai pertemuan dan pemandu lokal akan bercerita singkat mengenai kampung Sasak itu. Setelah itu baru diajak berkeliling kampung. Pengunjungnya pada hari libur bisa mencapai sekitar 500 orang per hari, sedangkan pada hari-hari biasa sekitar 300 orang per hari. Lahan parkir pun kini telah tersedia.

Soft trekking di salah satu bukit di pantai Seger.(Foto:YD)

Soft trekking di salah satu bukit di pantai Seger.(Foto:YD)

Peserta famtrip dari Singapura kembali lebih awal dan mengikuti setengah hari program pada hari kedua. Peserta dari Malaysia mengikuti full-day program. Setelah makan siang peserta famtrip dari Malaysia mengunjungi pantai Kuta dan Seger. Kedua pantai ini berada di dalam kawasan KEK Mandalika. Mereka menikmati keindahan pantai kuta dan melihat pantai Seger dari atas bukit.

Cuaca cukup cerah mulai siang hingga sore hari. Dalam perjalanan menuju Restoran Rembulan di kawasan Senggigi, di kejauhan tampak Gunung Agung di Pulau Bali, menjulang, anggun, diantara langit yang memerah jambu. Dan program famtrip berakhir dengan merasakan makan malam hidangan laut segar di restoran dengan setting mirip di Jimbaran Bali.

Gili Trawangan,sebuah pulau resor kecil yang sudah punya fasilitas turisme lengkap.Namun fasilitas tersebut masih harus terus ditingkatkan kualitasnya.(Foto:YD)

Gili Trawangan,sebuah pulau resor kecil yang sudah punya fasilitas turisme lengkap.Namun fasilitas tersebut masih harus terus ditingkatkan kualitasnya.(Foto:YD)

Baik peserta dari Singapura maupun Malaysia merasakan Lombok menarik. Diantara tiga gili, mereka lebih yakin untuk mengirimkan tamu-tamunya ke Gili Trawangan karena lebih bersih dan more developed. Sedangkan Gili Air dilihat masih tujuan wisata baru. Seorang peserta dari Malaysia akan menawarkan paket short gateway ke Lombok dan Gili bagi pasar Chinese Malaysia. Pasar ini suka melakukan aktivitas seperti soft trekking lalu bersantai di pantai. Atau hanya bersantai saja di resor.

Harap perhatikan pula ini! Ada agen lainnya sedang mencari mitra operator untuk perjalanan insentif perusahaan yang tidak hanya menawarkan leisure tetapi juga bisa mengadakan kegiatan sosial (volunteer). Klien-kliennya ingin melakukan perjalanan yang bisa berdampak besar bagi masyarakat luas dan jauh lebih besar daripada sekedar bersenang-senang. Satu agen dari Singapura yang banyak menangani field trip anak-anak sekolah juga sedang mencari operator yang mempunyai program-program yang memungkinkan anak-anak bisa melakukan social/communal activites.*** (Yun Damayanti)