Tahukah Anda ada gerakan Clean Up Jakarta Day (CUJD), oleh para expariat?  Jakarta menghasilkan rata-rata 6.700 ton sampah setiap hari. Sebagian besarnya dibuang di pinggir-pinggir jalan dan di sungai-sungai yang melintasi Ibu Kota. Satu tabloid untuk komunitas ekspatriat di Indonesia, namanya Indonesia Expat menginisiasi Even tahunan tersebut.

CUJD itu sudah sejak tahun 2013. Penyelenggaraan keempatnya berlangsung pada Minggu, 16 Oktober 2016. CUJD 2016 tersebar di 52 lokasi strategis di seluruh kota Jakarta.

Pesertanya bukan hanya ekspatriat dan perusahaan-perusahaan multinasional besar tetapi juga komunitas dan warga lokal yang peduli terhadap kebersihan di Ibu Kota. Tidak terkecuali pelaku industri pariwisatanya. Diantaranya, POP! Hotel dan Tauzia Hotel Management.

Dikutip dari siaran pers POP! Hotel, jaringan hotel bujet untuk pejalan cerdas dan peduli lingkungan di dalam Tauzia Hotel Management ini berpartisipasi kembali di CUJD. Tahun lalu merupakan partisipasi pertamanya.

Tauzia Hotel Management pun mengerahkan tidak kurang dari 100 relawan mulai dari petinggi perusahaan sampai karyawan hotel berpartisipasi dalam even CUJD 2016. Kegiatan bersih-bersihnya terutama di sekitar jembatan layang Casablanca di seberang Harris Hotel Tebet Jakarta.

“Di CUJD 2015 berhasil mengumpulkan lebih dari 50 ton sampah. Inilah alasan kami berpartisipasi. Karena sebagai pendorong aktif gerakan ramah lingkungan, diantaranya POP! Hotel, kami berkomitmen sungguh-sungguh membuat perubahan yang bisa menjadi inspirasi bagi yang lain, dimulai dari lingkungan terdekat di sekitar properti,” ujar Irene Janti, Chief Brands & Marketing Officer Tauzia Hotel Management.

Di dalam situs CUJD dikemukakan, tujuan kegiatan adalah meningkatkan kepedulian terhadap masalah sampah serta kebiasaan membuang sampah dan mendaur ulang. Dengan kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kepedulian dimulai dari individu-individu di rumah maupun di tempat kerja.

CUJD 2015 berlangsung pada Minggu, 18 Oktober, berhasil mengumpulkan sampah lebih dari 100 ton di 37 lokasi dalam waktu dua jam. Waktu itu ada lebih dari 10.000 relawan bersama-sama membersihkan kota Jakarta.

Dengan mengajak komunitas-komunitas terlibat langsung dalam kegiatan bersih-bersih kota, paling tidak bisa tersampaikan pesan bahwa semua orang bertanggung jawab atas kebersihan kota. Karena menjaga kebersihan kota bukan semata tugas penyapu jalan dan pemulung.

Sebagai pejalan yang baik, kita yang terlibat langsung dalam industri ini, bisa memulainya dengan menyimpan sementara sampah yang dihasilkan sendiri sebelum menemukan tempat yang diperuntukkan sebagai tempat membuang sampah di manapun kita berada. *** (Yun Damayanti, dari berbagai sumber)