Menparekraf Wisnutama Kusubandio dan Wamen Parekraf Angela Tanoesoedibjo (kiri-kanan)

Menparekraf Wisnutama Kusubandio dan Wamen Parekraf Angela Tanoesoedibjo (kiri-kanan)

Jakarta, (ITN-IndonesiaTouristNews): Berdasarkan Perpres 96 dan 97 tahun 2019 dapatlah digambarkan, bahwa batang tubuh organisasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif itu terdiri atas Menteri dan Wakil Menteri dan 5  Staf Ahli Menteri sehingga organisasi Kementerian Parekraf terdiri atas sebagai berikut:

  1. Sekretariat Kementerian;
  2. Staf Ahli Bidang Reformasi Birokrasi dan Regulasi;
  3. Staf Ahli Bidang Pembangunan Berkelanjutan dan Konservasi;
  4. Staf Ahli Bidang Pengembangan Usaha;
  5. Staf Ahli Bidang Inovasi dan Kreativitas; dan
  6. Staf Ahli Bidang Manajemen Krisis.

Apa yang dikerjakan oleh Kementerian?

Yaitu, melaksanakan fungsi-fungsi sebagai berikut :

a. perumusan dan penetapan kebijakan di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif;

b. koordinasi dan sinkronisasi pelaksanaan kebijakan di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif;

c. pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unsur organisasi di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif;

d. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif; dan

e. pengawasan atas pelaksanaan tugas di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Badan Parekraf adalah pelaksana tekhnisnya.

Bagaimana Kementerian melaksanakan tugasnya? Satu pasal di perpres itu memastikan, bahwa Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam melaksanakan tugasnya menggunakan unit organisasi dan sumber daya di lingkungan Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Di Pasal 1 disebutkan, Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif merupakan Lembaga Pemerintah Non Kementerian yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dipimpin oleh Kepala.

Dalam melaksanakan tugasnya Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyelenggarakan fungsi –fungsi sebagai berikut:

a. perumusan dan penetapan kebijakan di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif;

b. perumusan, penetapan, dan pelaksanaan kebijakan teknis pengembangan sumber daya, kelembagaan, destinasi, infrastruktur, industri, investasi, pemasaran, produk wisata dan penyelenggaraan kegiatan, serta ekonomi digital dan produk kreatif di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif;

c. penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif;

d. pelaksanaan bimbingan teknis dan supervisi di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif.

e. penyusunan rencana induk pembangunan kepariwisataan nasional danrencana induk ekonomi kreatif;

f. pengelolaan data dan informasi di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif;

g. pelaksanaan dukungan yang bersifat substantif kepada seluruh unsur organisasi di lingkungan Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif;

h. koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan, dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unsur organisasi di lingkungan Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif;

i. pengelolaan barang milik negara yang menjadi tanggung jawab Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Jadi, Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terdiri atas: 7 deputi bidang pariwisata,walau beberapa diduga termasuk dirangkap mencakup bidang ekonomi kreatif seperti pada Deputi Bidang Kebijakan Strategis; Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan; Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif.

Maka, batang tubuh organisasi Badan Parekraf terutama terdiri atas sebagai berikut:

  1. Kepala;
  2. Wakil Kepala;
  3. Sekretariat Utama;
  4. Deputi Bidang Kebijakan Strategis;
  5. Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan;
  6. Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur;
  7. Deputi Bidang Industri dan Investasi;
  8. Deputi Bidang Pemasaran;
  9. Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Euents);
  10. Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif, dan
  11. Inspektorat Utama.***

 

[tell-a-friend id=”1″ title=”Tell a friend”]