Monas Tjahyono (Foto:YD)

Monas Tjahjono (Foto:YD)

Surabaya, (ITN-IndonesiaTouristNews): Satu agen TA/TO Malaysia di Kuala Lumpur tiba-tiba merasa perlu mengenalkan untuk dijual pada pasarnya, yaitu produk baru wisata ke Jawa Timur. Telah biasa dikirimnya grup-grup wisman ke Surabaya. Tapi masak terus-terusan obyek daya tarik wisatanya dan aktivitasnya alias produk wisata hanya terbatas tur ke Gunung Bromo saja? PImpinan TA/TO di Kuala Lumpur itu merasakan pasar untuk produk Gunung Bromo, terlebih khusus bagi pelanggan alias customer-nya sendiri, dirasakan mulai saturated alias pasarnya mulai jenuh.

Mereka (Wisman) singgah offroad di tengah keindahan, alam hijau yang menyejukkan, unik bagi mata mereka, makan nasi tumpeng, wah, entah kesan kesenangan apa lagi yang akan mereka bawa pulang, atau diceritakan pada orang lain atau akan dikunjungi kembali…(Foto: Monas T.)

Mereka (Wisman) singgah sejenak setelah offroad di tengah keindahan alam hijau yang menyejukkan, unik bagi mata mereka, makan nasi tumpeng. Wah, entah kesan kesenangan apa lagi yang akan mereka bawa pulang, atau diceritakan pada orang lain atau akan dikunjungi kembali…(Foto: Monas T.)

Dimintakannyalah ke Monas Tour di Surabaya produk baru apa yang bisa ditawarkan.

Di Surabaya operator tur mitranya memang Monas Tur, yang dipimpin oleh pemilknya sendiri, Monas Tjahjono. Dimaklumi, TA/TO ini sudah cukup lama beroperasi berbasis di Surabaya, termasuk salah satu yang tekun menjalani bisnis inbound tour, mencari, mendatangkan dan mengurus wisman.

Diciptakan oleh TA/TO ini beberapa pilihan baru, tanpa harus memasukkan lagi tur ke Gunung Bromo. Maksudnya, khusus melayani permintaan TA/TO Kuala Lumpur mitranya tadi.  Dua di antara pilihan utama produk barunya ialah pertama, tur dengan aktivitas paragliding alias paralayang di kawasan sekitar kota Batu, tak jauh dari Malang. Pilihan kedua, tur dengan aktivitas berkendara mobil menjalani rute layaknya lomba offroad di kawasan sekitar kota Batu juga.

Setidaknya 30-35 jeep hardtop 4wheel drive digunakan oleh setiap satu grup untuk tur offroad-nya. Tentu saja keindahan dan kebersihan alam merupakan faktor pendukung yang membuat wisman happy. (Foto: Monas T)

Setidaknya 30-35 jeep hardtop 4wheel drive digunakan oleh setiap satu grup untuk tur offroad-nya. Tentu saja keindahan dan kebersihan alam merupakan faktor pendukung yang membuat wisman happy. (Foto: Monas T)

“Mereka lalu meminta dilakukan survey lapangan untuk rencana keliling offroad itu,” kata Monas, menceritakan awal suksesnya produk tersebut.

Tetapi memang begitulah yang perlu dimaklumi oleh setiap inbound tour operator. Agen mitra yang di luar negeri, perlu diberi kesempatan untuk melihat dan menilai sendiri, itinerary dan obyek-obyek kunjungan yang menurut penilaian meteka akan sesuai dengan selera konsumennya. Juga harganya. Lagi pula ternyata kegiatan paralayang itu, selain punya risiko yang relatif lebih berat, juga lebih mahal harganya ketimbang kegiatan berkendara offroad.

Si agen TA/TO Kuala Lumpur kemudian memutuskan memilih tur berkendara offroad. Apa yang terjadi kemudian?

Sejumlah sekitar 400 orang di Malaysia membeli produk tur Jawa TImur, kali itu tanpa harus ke Gunung Bromo. Jumlah tersebut pada pelaksanannya dibagi atas tiga keberangkatan, jadinya per grup keberangkatan sekitar 135 orang.

“Terbagi menjadi 3 kedatangan mulai tanggal 17 Februari 2019 sampai dengan tanggal 19,” ujar Monas dengan wajah berbahagia. Ini untuk pertama kalinya dia menangani grup wisman ke Jawa Timur tanpa mengunjungi Gunung Bromo, dan, “Kami bisa menjual kota Malang dan kota Batu dengan kelebihannya, salah satunya adalah Batu off road”, ujar Monas.

Grup kedua dan ketiga sama pattern-nya dengan grup pertama. Setiap group menggunakan 30-35 jeep hardtop 4wheel drive.

Begini itinerary produknya: Tiba di Surabaya Bandara Juanda dan langsung menuju ke Malang dengan makan siang di resto lokal, lanjut menuju ke Museum Angkut. Museum Angkut di kota Malang itu memang tak banyak diberitakan namun berkelas internasional dan setiap pengunjung boleh dikatakan merasa puas. Setelah Dinner adalah free program dan para tamu diarahkan menjajagi Malang Nite Paradise.

Pada hari kedua esoknya, itulah fullday Batu off road (durasinya kurang lebih 5 jam), kemudian makan siang dengan special menu nasi tumpeng dan singgah di beberapa tempat menikmati hijau, indah dan rimbunnya alam Jawa Timur. Akhirnya Gala dinner di Hotel Tugu di kota.

Besoknya, hari ketiga, menuju kembali ke kota Surabaya, mengunjungi Jembatan Merah yang legendaris. Di situ ada plaza untuk shopping dan kemudian menuju ke Bandara Juanda untuk terbang pulang ke Malaysia.***

[tell-a-friend id=”1″ title=”Tell a friend”]