Di antara penawaran besar-besaran dari agen-agen kapal pesiar global di ITF 2015, para pelaku industri domestik dengan percaya diri mulai unjuk gigi menawarkan paket-paket wisata mengunjungi surga-surga bahari Indonesia. Mulai dari Komodo, Derawan dan Raja Ampat yang semua orang sudah tahu sampai surga-surga lain di Ora, Maluku sampai Pahawang, Lampung. Komunitas berlayar pun percaya diri dengan tagline “Ayo Berlayar”, mengajak publik Jakarta mengenali jati diri sejati bangsa ini. Walaupun ada pengunjung yang berkomentar wisata keluar negeri lebih murah daripada paket-paket mengunjungi surga-surga tadi, senyum tetap melekat di wajah “membela” foto-foto komodo, Wayag, Ora, ubur-ubur Maratua dan nemo Pahawang.

Menebar virus semangat "Ayo Berlayar" oleh komunitas berlayar Indonesia di ITF 2015.(Foto:YD)

Menebar virus semangat “Ayo Berlayar” oleh komunitas berlayar Indonesia di ITF 2015.(Foto:YD)

Pemerintah akan menggenjot program dan perbaikan infrastruktur wisata bahari agar bisa menjaring 4 juta kunjungan turis mancanegara di ceruk pasar ini hingga lima tahun ke depan. Untuk itu pemerintah akan membangun 25 kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN) wisata bahari. Pada tahap awal, akan disiapkan 9 KSPN wisata bahari yakni Weh (DI Aceh), Ujung Kulon-Tanjung Lesung (Banten), Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Karimun Jawa (Jawa Tengah), Nusa Penida (Bali), Gili Tramena (Lombok), Wakatobi (Sulawesi Tenggara), Banda Neira (Kep. Maluku), dan Raja Ampat (Papua).

Infrastruktur wisata bahari yang akan disiapkan adalah 100 marina, 10 pelabuhan kapal pesiar (cruise port) untuk mengakomodasi 800 call, dan 45 destinasi selam (diving sites). Diharapkan, 25 diving sites dan 10 marina untuk mengakomodasi 1.500 kapal wisata bersandar, serta pelabuhan kapal pesiar untuk menerima 460 call dapat selesai dibangun pada akhir 2015.

Kementerian Pariwisata telah mendapatkan dukungan penuh dari Kementerian Perhubungan dalam mengembangkan wisata yacht antara lain dengan mengembangkan titik labuh kapal wisata (yacht) yang dikaitkan dengan perizinan lokasi serta pembangunan dan peningkatan kapasitas dermaga. Kemenpar telah mengusulkan  kepada Kemenhub untuk membangun maupun meningkatkan kapasitas dermaga di 38 lokasi titik labuh yacht. Bersama stakeholder pariwisata telah mengembangkan 18 rute lintasan kapal yacht dari Papua hingga Sumatera (Sabang).

Salah satu perusahaan perjalanan domestik yang menawarkan beragam paket perjalanan ke puncak gunung sampai ke dalam lautan di ITF 2015.(Foto:YD)

Salah satu perusahaan perjalanan domestik yang menawarkan beragam paket perjalanan ke puncak gunung sampai ke dalam laut di ITF 2015.(Foto:YD)

Menteri Pariwisata Arief Yahya menargetkan jumlah kunjungan wisman bahari mencapai 4 juta dengan nilai devisa mencapai 4 miliar dollar amerika di tahun 2019. Jumlah wisman bahari di Indonesia baru mencapai 1 juta kunjungan hingga 2014. Tahun ini ditargetkan mencapai 1,3 juta kunjungan.

Rata-rata kontribusi devisa dari sektor wisata bahari Indonesia saat ini baru mencapai 1 miliar dollar amerika. Jumlah tersebut terbilang kecil untuk negeri Kepulauan Nusantara sebab Queensland, Australia meraup pendapatan dari pariwisata baharinya sebesar US$3 miliar pada 2012 dan negeri Jiran mampu meraup US$ 8 miliar pada 2014 atau 40% dari total pendapatan pariwisatanya.

Sampai dengan saat ini, belum ada studi menyeluruh mengenai wisata bahari di Indonesia. Contoh-contoh yang sudah berjalan baik ada seperti di Banda dan Laut Banda, Komodo, Pulau Moyo, Wakatobi, dan Raja Ampat.

Agar wisata bahari di Indonesia berkelanjutan maka lingkungan bahari harus dijaga oleh masyarakat. Agar masyarakat mau terlibat dan merasa memiliki kepentingan di situ mereka juga harus bisa hidup dari kegiatan wisata di daerahnya. Sehingga jika ada kegiatan wisata bahari di suatu tempat kegiatan-kegiatan destruktif akan dilawan oleh masyarakat.

“Saya kira malah yang aktif melakukan pendekatan justru para pelakunya ya. Orang-orang yang mau berinvestasi di bidang pariwisata terjun duluan untuk melakukan pendekatan-pendekatan kepada masyarakat. Biasanya dimulai dengan kecil-kecilan dulu. Hingga masyarakat jadi terbiasa akhirnya mereka juga merasakan punya kepentingan dengan perkembangan wisata tersebut,” ujar Sarwono Kusumaatmaja.

Menurutnya, semakin ramai laut kita maka semakin aman. Persoalan keamanan di laut timbul sebab lautnya sepi. Semakin ramai pengunjung di laut kegiatan-kegiatan yang merugikan akan semakin berkurang dengan sendirinya.

Terkait dengan wisata bahari, Indonesia membutuhkan baik pelabuhan maupun marina. Pembangunan marina akan membuat wisata bahari Indonesia tampak semakin menarik. Wisatawan yacht umumnya tidak terlalu terpengaruh dengan naik turunnya ekonomi. Mereka membutuhkan fasilitas marina untuk menambat perahu dan keperluan lainnya. Di negeri ini, marina yang representatif baru ada di Nongsa,Batam dan Marina Batavia, Jakarta.

Ada dua bupati berinisiatif membangun marina. Satu di Banyuwangi dan satu lagi di Belitung Timur. Jika kedua marina itu benar-benar dibangun maka akan jadi permulaan yang sangat baik. Paling tidak, sebagian besar buyer di ITB Berlin 2015 yang menyatakan sangat tertarik mengunjungi pantai-pantai dan diving sites di Indonesia akan semakin betah dan mau tinggal lebih lama. *** (Yun Damayanti)