Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (keempat dari kiri) bersama Menteri Pariwisata Arief Yahya dan pejabat-pejabat di Kementerian Pariwisata dan Ketua VIWI 2018 Haryadi Sukamdani pada pembukaan Rakornas Pariwisata ke-4 tahun 2017 dan peluncuran Visit Wonderful Indonesia (VIWI) 2018 di Jakarta.(Foto:YD)

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (keempat dari kiri) bersama Menteri Pariwisata Arief Yahya dan pejabat-pejabat di Kementerian Pariwisata dan Ketua VIWI 2018 Haryadi Sukamdani pada pembukaan Rakornas Pariwisata ke-4 tahun 2017 dan peluncuran Visit Wonderful Indonesia (VIWI) 2018 di Jakarta.(Foto:YD)

Jakarta, ( ITN – IndonesiaTouristNews ): Tersedia 27.317.064 tempat duduk (seats) penerbangan internasional yang disediakan oleh 12 maskapai penerbangan nasional dan 48 airlines asing tahun 2017.  Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memaparkan di depan peserta Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pariwisata ke-4 tahun 2017 bulan Desember 2017 lalu apa yang telah dicapai dan akan dilakukan oleh kementerian yang dipimpinnya. Dalam paparan yang disampaikan pada hari pertama Rakornas, Selasa (12/12/2017), saat ini ada 19 bandara internasional aktif di seluruh Indonesia. Target pada 2019 adalah 29 bandara berstatus internasional dan tersedia 41 juta tempat duduk.

Dukungan terhadap wisata bahari oleh Kemenhub ialah dengan kebijakan mempermudah izin bagi wisman penumpang kapal pesiar untuk naik dan turun di lima pelabuhan utama yakni Pelabuan Belawan, Medan; Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta; Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya; Pelabuhan Benoa, Bali; dan Pelabuhan Soekarno Hatta, Makassar. Bersamaan itu, 18 pelabuhan dinyatakan terbuka sebagai pintu masuk dan keluar bagi wisman yachter.

Selain mendukung dengan membangun infrastruktur perhubungan, Kemenhub juga menerapkan 4 kebijakan dalam hal aksesibilitas terkait pariwisata yakni menyederhanakan perizinan-perizinan, menyediakan pelayanan dari dan ke destinasi, kerja sama bilateral ASEAN Open Sky, dan meningkatkan peran swasta dalam sektor perhubungan.

Kementerian Perhubungan siap mendukung mencapai target 20 juta wisman dan pergerakan lebih dari 260 juta wisnus pada 2019. (Yun Damayanti)