Kemenpar memfasilitasi famtrip bagi agen perjalanan/operator dari UK di Bali bulan Maret lalu.Waktu famtrip bertepatan dengan perayaan Nyepi di Bali dan Gerhana Matahari Total di Indonesia.(Foto:YD)

Kemenpar memfasilitasi famtrip bagi agen perjalanan/operator dari UK di Bali bulan Maret lalu.Waktu famtrip bertepatan dengan perayaan Nyepi di Bali dan Gerhana Matahari Total di Indonesia.(Foto:YD)

Wisman Eropa ke Indonesia tahun 2017 akan kembali meningkat perannya dalam bisnis inbound tourism Indonesia. Kemenpar menyasar Eropa sebagai satu kawasan dimana Inggris, Perancis, Jerman, Belanda dan Rusia sebagai pendorong utamanya. Menteri Pariwisata Arief Yahya menerangkan, pasar Eropa akan diperlakukan sebagai satu originasi. Total kunjungan wisatawan dari pasar ini nomor dua. Tetapi, dalam menghasilkan devisa totalnya bisa mengalahkan gabungan perolehan devisa dari pasar Singapura dan Cina.

Indonesia menargetkan 15 juta kunjungan wisatawan internasional pada 2017. Kementerian Pariwisata melakukan sedikit perubahan strategi dalam menyasar sumber pasar. Diantaranya, memperlakukan sumber pasar Eropa seperti disebutkan itu.

Greater China, terdiri dari Tiongkok, Hong Kong dan Taiwan, akan jadi sasaran utama sumber pasar wisman. Targetnya total 2.453.000 orang. Singapura, sumber pasar nomor dua dengan target 2.275.000 orang. Sumber pasar tradisional, Eropa, kembali masuk dalam tiga besar dengan target 2.198.000 orang. Pasar Australia dan Malaysia menempati urutan keempat dan kelima dengan target masing-masing sebesar 1.816.000 orang dan 1.772.000 orang.

Target kunjungan wisatawan mancanegara 2017.(Sumber:paparan Menpar pada Jumpa Pers Akhir Tahun 2016)

Target kunjungan wisatawan mancanegara 2017.(Sumber:paparan Menpar pada Jumpa Pers Akhir Tahun 2016)

Lima sumber pasar lain dalam 10 besar yang akan disasar selama tahun depan adalah Jepang (762.000 orang), India (546.000 orang), Korea Selatan ((514.000 orang), Amerika Serikat (380.000 orang), dan Timur Tengah (340.000 orang).

Pasar baru di kawasan Asia Tenggara, Filipina dan Thailand, juga terus berkembang. Dari masing-masing negara tersebut ditargetkan 217 ribu dan 135 ribu wisatawannya berkunjung ke Indonesia tahun depan.

“Dalam memilih pelanggan yang kita inginkan, tidak boleh hanya berdasarkan jumlah. Tetapi, lihat juga pertumbuhannya dan berapa devisa yang akan didapatkan. Kemudian, cara berpikir juga penting. Lalu, bekerja berdasarkan prioritas yang telah dibuat,” ujar Menpar Arief pada Jumpa Pers Akhir Tahun 2016, Rabu (21/12), di Kantor Kementerian Pariwisata di Jakarta.

Sampai dengan bulan Oktober 2016, realisasi kunjungan internasional mencapai 102,2 persen dibandingkan target. Selama 10 bulan Indonesia telah dikunjungi 9,4 juta turis asing dari target 9,2 juta. Menpar optimis target 12 juta kunjungan wisman tahun ini akan tercapai. Bagaimanapun, kita tidak boleh berpuas diri.

Pariwisata Indonesia tumbuh 9,5 persen. Pertumbuhan pariwisata dunia sekitar 4,4% dan pertumbuhan pariwisata regional sekitar 5,1%. Pertumbuhan pariwisata kompetitor terdekat Singapura 9,4% dan Malaysia 3,8%. Jika Indonesia ingin menjadi pemimpin industri pariwisata, atau berada di dalam lingkup persaingan pariwisata global dan regional, maka harus mempertahankan pertumbuhan di atas rata-rata pertumbuhan pasar.

Dalam jumlah kunjungan wisman dan keberlanjutan pertumbuhan, pariwisata Thailand masih mengalahkan Indonesia. Pada tanggal 5 Desember 2016, mereka telah merayakan kunjungan wisatawan internasional ketiga puluh jutanya. Jadi sudah pasti targetnya tahun ini pasti akan terlampaui.

Kontribusi pariwisata Indonesia terhadap Penerimaan Domestik Bruto (PDB) tahun 2015 sebesar 10% dan diharapkan mencapai  11% pada tahun ini. Tahun 2017 targetnya 13 persen. Sedangkan pariwisata Thailand menyumbangkan 22% terhadap PDB, tertinggi di kawasan Asia Tenggara, dan pariwisata Malaysia 12% terhadap PDB-nya.

Maka dari total 15 juta wisman itu, ada yang untuk pariwisata massal ada pula untuk pariwisata minat khusus (niche market). Mulai dari wisatawan low-end sampai high-end.

Pergerakan wisata domestik telah mencapai 263 juta. Artinya, target 260 juta pergerakan wisnus tahun 2016 bisa dipastikan terlampaui. Tahun 2017 ditargetkan 265 juta perjalanan wisnus.

Pasar wisatawan domestik besar. Ini bagus dan akan terus dipertahankan. Wisnus turut berperan mempertahankan pertumbuhan industri perjalanan dan perekonomian lokal di dalam negeri. Pasar domestik juga berfugsi sebagai ‘soft breaker’ ketika kunjungan wisman anjlok. Dan itu sudah terbukti.*** (Yun Damayanti)