Kapal-kapal layar wisata (yacht) yang berpartisipasi dalam Sabang Marine Festival 2016.(Foto:T.Mahliyuni)

Kapal-kapal layar wisata (yacht) yang berpartisipasi dalam Sabang Marine Festival 2016.(Foto:T.Mahliyuni)

Sabang Marine Festival (SMF) kedua berlangsung pada 26-30 April 2016. Even selama lima hari itu diramaikan dengan kehadiran 19 kapal layar wisata (yacht) dari tujuh negara. Naik dua kali lipat dibandingkan tahun lalu yang hanya 8 kapal layar.

Kesembilan belas yacht tersebut adalah Morning Star (AS), Mariposa (Jerman), Bernacle C (Inggris Raya), Thorfinn (Australia), Swift (Inggris Raya), Jenain (Afrika Selatan), Aku Ankka (AS), SY. Spailpin (Malaysia), ZOA (Australia), Calypso (Afrika Selatan), Dream Dancer (Australia), EN Pointe (AS), Cest Le Vent (Malaysia), Storm (Inggris Raya), SY Manta (Inggris Raya), SY Shadowfax (AS), Kattum (Perancis), La Louipiote (Perancis) dan Ravenson.

Seperti diberitakan Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS), pada sesi penutupan SMF 2016 Deputi Komersial dan Investasi BPKS Syafruddin Chan mengatakan, selain Sabang Marine Festival akan diusahakan juga membuat kegiatan-kegiatan lain seperti yacht rally and racing sehingga Sabang akan selalu diminati oleh komunitas yacht dunia.

Marina Lhok Weng di kawasan Iboih,Sabang.(Foto:T.Mahliyuni)

Marina Lhok Weng di kawasan Iboih,Sabang.(Foto:T.Mahliyuni)

BPKS telah membangun marina di Lhok Weng, di kawasan wisata Iboih, Sabang. Marina itu nantinya akan menjadi tempat sandar setiap kapal layar yang datang ke Pulau Weh. BPKS selain terus berusaha melengkapi fasilitas pendukung seperti air bersih, listrik, tempat pengisian bahan bakar, restoran, dan fasilitas lainnya yang dibutuhkan oleh para pelayar juga mengundang investor yang mau mengelola marina dan fasilitasnya.

Total jumlah wisatawan ke Sabang, wisnus dan wisman, sekitar 450 ribu orang pada 2013. Jumlah kunjungan meningkat mencapai 500 ribu wisatawan pada 2014, dan melonjak lagi sampai 629.217 wisatawan pada 2015 (623.635 wisnus dan 5.582 wisman). Pada triwulan pertama 2016 (Januari-Maret), jumlah kunjungan sudah mencapai 42.800 wisnus dan 686 wisman. Pemprov Aceh optimis tahun depan bisa mencapai 1 juta kunjungan.

Optimisme itu melihat, sampai dengan bulan April lalu sudah 11 kapal pesiar singgah di Pelabuhan Sabang. Bahkan pada tahun 2017 targetnya mendatangkan 30 kapal pesiar. Pulau Weh sebagai magnet pariwisata di Aceh dan terdepan paling barat Indonesia semakin mendapat kepercayaan di kalangan wisman. Segmennya pun meluas bukan hanya pecinta wisata selam tetapi juga wisatawan yang menyukai wisata bentang laut dan sejarah.

Namun, tak banyak pilihan obyek wisata siap jual masih menjadi kendala utama mengembangkan pariwisata di Sabang. Pemkot Sabang diharapkan lebih giat lagi membenahi dan mengembangkan obyek-obyek wisata potensial lainnya seperti air terjun, goa alam, dan peninggalan sejarah Perang Dunia II. Selain itu, mempercepat pembenahan infrastruktur jalan, penyediaan air bersih, listrik, dan transportasi di darat dan laut menuju pulau-pulau di sekitar Pulau Weh. Mendorong pembangunan resor-resor juga akan membantu perkembangan wisata bahari sebagai produk utama pariwisata Sabang.

Bisa dikatakan, para pelayar yang mengikuti SMF 2016 terkesan dengan even dan wisata di Sabang. Mereka akan mengabarkan Sabang dan even ini kepada komunitas-komunitas layar di negaranya masing-masing. *** (Yun Damayanti, dari berbagai sumber)