Riyan Bahriyansyah,Sekretaris ASITA Chapter Jakarta.(Foto:AH)

Riyan Bahriyansyah,Sekretaris ASITA Chapter Jakarta.(Foto:AH)

ASITA Jakarta Chapter akan menyelenggarakan kegiatan berformat pasar pariwisata (travel mart), ASITA Jakarta Travel Mart 2016 (AJTM). Ini satu debut baru ASITA Jakarta. Memang, fokus dan skalanya pada wisata nusantara atau domestic tourism. Belum internasional atau inbound tourism.

Even bersifat B-to-B ini akan berlangsung pada tanggal 13-15 September 2016 di JS Luwansa Hotel di kawasan Kuningan, Jakarta. Even tersebut akan diikuti oleh lebih dari 100 perusahaan terdiri dari biro perjalanan wisata, akomodasi, transportasi, toko suvenir dan usaha-usaha lain terkait perjalanan dan pariwisata dari 33 provinsi se-Indonesia. Mereka berlaku sebagai penjual dan akan bertemu dengan 200 perusahaan agen perjalanan/operator tur di Jakarta selaku pembeli.

Table top akan berlangsung selama sehari penuh pada tanggal 14 September mulai dari pukul 08.00-17.00. Menurut rencana, Pemprov DKI Jakarta akan menjadi tuan rumah jamuan makan malam bagi delegasi penjual dari daerah di Balaikota DKI Jakarta. Hari terakhir, tanggal 15 September, sellers dari daerah akan diajak post tour ke Ancol atau Taman Mini Indonesia Indah.

Pada AJTM nanti, disiapkan 100 meja. Sebanyak 66 meja ditujukan bagi agen perjalanan/operator tur dan 34 meja lainnya ditujukan bagi hotel, restoran, transportasi, toko suvenir dan lain-lain.

“Kami memberi kesempatan kepada agen perjalanan/operator tur anggota ASITA dari masing-masing provinsi dua meja. Karena DKI Jakarta sebagai tuan rumah tidak dihitung jadi hanya ada 33 provinsi saja. Mereka ini nantinya yang akan menjual produk-produk di daerahnya kepada 200 biro perjalanan wisata (BPW) yang ada di Jakarta. BPW itu semua anggota ASITA Jakarta, diundang hadir dalam program table top pada tanggal 14 September,” ujar Sektretaris ASITA Jakarta Chapter Riyan Bahriyansyah.

ASITA Jakarta selaku tuan rumah dan penyelenggara memberi batas waktu konfirmasi keikutsertaan penjual sampai dengan tanggal 15 Agustus. “Ini agar DPD yang tidak mengambil kuotanya, atau yang karena sesuatu lain hal hanya mengambil 1 meja, kuotanya dapat diberikan kepada DPD daerah lain yang sudah menyatakan minta lebih dari 2 meja,” katanya.

JKT-ASITA JKT TRAVMART 2016-BACKGROUND LOGO-MOMOD BAHRIYANSYAH - editted-TTI Anggota ASITA Jakarta lebih dari 1000 perusahaan, yang masih aktif sampai sekarang 800 perusahaan. Tetapi, AJTM 2016 baru bisa mengakomodasi 200 anggota aktif. Karena di table top nanti akan menggunakan sistem round robin dimana buyer menemui seller selama 3 sampai 5 menit per pertemuan. Dengan demikian 100 sellers itu dapat terakomodasi. Penyelenggara juga menyediakan sesi free deal sebelum table top ditutup.

Biaya sebagai seller sebesar Rp 6,5 juta per meja. Biaya tersebut termasuk penjemputan dari dan ke bandara/stasiun sesuai jadwal, 1 room untuk menginap selama 2 malam di JS Luwansa Hotel, fullboard sesuai acara, dan post tour. Sedangkan buyer yang anggota ASITA bebas biaya.

Sejak ASITA Jakarta mengirimkan undangan kepada 33 DPD ASITA di tingkat provinsi, peminatnya cukup tinggi. Agen perjalanan/operator tur di daerah sekarang cukup paham manfaat dari mengikuti kegiatan pasar pariwisata. Jika mereka melakukan sales call, mendatangi satu per satu agen perjalanan/operator tur di Jakarta, bisa berkunjung ke 5 perusahaan dalam sehari sudah bagus. Di AJTM dalam satu hari mereka bisa langsung bertemu dan menjual kepada 200 perusahaan pembeli potensial.

Riyan menjelaskan, AJTM 2016 merupakan program kerja pertama, juga even pertama tipe travel mart, ASITA Jakarta periode kepengurusan tahun 2016-2020. Menurut rencana ini akan jadi program tahunan. Format even pertama memang memberi kesempatan kepada pelaku industri di daerah memperkenalkan dan menjual produknya di kantong utama sumber wisnus. Nanti akan ada even lain di mana agen perjalanan/operator tur Jakarta yang menjual produk wisata di Ibu Kota kepada para pelaku industri perjalanan dan pariwisata di daerah.

Di AJTM perusahaan-perusahaan perjalanan dari seluruh daerah di Indonesia sekaligus dapat meningkatkan brand-nya terutama kepada para hot buyers anggota ASITA Jakarta. *** (Yun Damayanti)