DMO Sabang, –  Destination Management Organization, – telah menyelenggarakan kegiatan Management Training bertajuk “Peningkatan Kualitas Pengelolaan Destinasi Pariwisata Sabang” di Hotel Nagoya Sabang pada 30 Oktober 2015. Di situ disepakati, dan diwujudkan sebuah komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas pengelolaan destinasi pariwisata Sabang. Itu antara lain melalui sertifikasi kompetensi kepemanduan wisata dan kepemanduan wisata selam di Kota Sabang yang akan difasilitasi oleh Kementerian Pariwisata.

Kesepakatan tersebut ditandantangani oleh Fasilitator DMO Sabang, Ketua LWG Weh Green Tourism, Ketua HPI Sabang, perwakilan dari pemandu wisata bahari Sabang, perwakilan dari dive center Sabang, disaksikan, sekaligus turut menandatangani, Kepala Bidang Promosi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Sabang M. Ali Taufik dan Kepala Bidang Pengembangan Kurikulum Kepariwisataan Kementerian Pariwisata Baguslan Harahap pada 30 Oktober 2015 di Kota Sabang.

Melalui program DMO Sabang, Asdep Kelembagaan Kementerian Pariwisata akan memfasilitasi pensertifikasian 100 orang pemandu di Sabang untuk kepemanduan, pemandu wisata umum dan pemandu wisata selam. DMO Sabang membantu mengindentifikasinya. Kriteria untuk mendapatkan sertifikasi ini adalah penduduk lokal, memiliki pengalaman, serta sehat rohani dan jasmani.

Sertifikasi tersebut dikeluarkan oleh sebuah lembaga sertifikasi yang berkompeten di bidangnya. Salah satu pengujinya ialah dari Asdep Kelembagaan Kementerian Pariwisata.

“Khususnya untuk sertifikasi kepemanduan wisata selam, sertifikasi yang difasilitasi oleh Kementerian Pariwisata bukan sertifikasi untuk menyelam yang dikeluarkan oleh lembaga/perusahaan seperti PADI, ADS, POSI dan lain-lain. Sertifikasi ini tidak setara dengan level apapun. Ini adalah sertifikasi kepemanduan,” ujar Wiwin Iswandi, Fasilitator Destinasi DMO Sabang, menerangkan.

Untuk kepemanduan wisata selam, rata-rata mereka sudah mempunyai sertifikat menyelam yang diurus sendiri. Sertifikasi selam bukan menjadi tanggung jawab DMO Sabang dan Kementerian Pariwisata.

DMO Sabang telah berhasil melalui tahap pertama. Kini sudah sampai pada tahap Penguatan Kelembagaan Strategi II tahun 2015-2019. Sertifikasi kepemanduan merupakan langkah pertama dari Strategi II untuk peningkatan kualitas destinasi dan penguatan kelembagaan.

Dalam Management Training di Kota Sabang (30/10) juga dibahas standardisasi kepemanduan.(Foto: Disbudpar Kota Sabang)

Dalam Management Training di Kota Sabang (30/10) juga dibahas standardisasi kepemanduan.(Foto: Disbudpar Kota Sabang)

DMO, adalah sebuah konsep mengelola destinasi pariwisata secara kolaboratif yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan pariwisata di destinasi, mulai dari masyarakat, pelaku industri perjalanan dan pariwisata (perusahaan perjalanan termasuk operator tur, para pemilik/pengelola akomodasi, tempat makan, pemandu, pengelola atraksi wisata dan lain-lain), LSM sampai pemerintah daerah. Pengembangan dan pelaksanaan DMO di berbagai daerah sebagai upaya membangun komunikasi, kerja sama, dan koordinasi untuk menguatkan pembangunan kawasan pariwisata di destinasi. Ada 15 DMO dikembangkan di Indonesia. Sekarang, apa kabarnya ya DMO lain di Toba, Sumatera Utara; Kota Tua, Jakarta; Pangandaran, Jawa Barat; Borobudur, Jawa Tengah; Tanjung Puting, Kalimantan Tengah; Bromo Tengger Semeru (BTS), Jawa Timur; Batur, Bali; Rinjani, Lombok, NTB; Kepulauan Derawan, Kalimantan Timur; Toraja, Sulawesi Selatan; Wakatobi, Sulawesi Tenggara; Raja Ampat, Papua Barat; Komodo dan Kelimutu-Flores di NTT? *** (Yun Damayanti)